SUMATERA SELATAN — Kasus dugaan penipuan tiket pesawat di Bandara Supadio, Kubu Raya, kembali menjadi perhatian publik. Seorang perempuan berinisial AS disebut-sebut terlibat dalam praktik penipuan yang merugikan sejumlah penumpang di kawasan bandara tersebut.
Menanggapi kejadian itu, General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, langsung angkat bicara. Ia menegaskan bahwa AS bukanlah pegawai PT Angkasa Pura Indonesia.
“Kami memastikan bahwa individu yang dimaksud bukan merupakan pegawai PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio,” ujar Maya, Selasa (9/6/2026).
Pola Jawaban yang Sama Setiap Kasus
Pernyataan "bukan pegawai kami" ini langsung mengundang kritik. Pasalnya, pola jawaban serupa hampir selalu muncul setiap kali ada kasus penipuan atau masalah lain yang terjadi di lingkungan bandara. Banyak pihak menilai ini sebagai alasan klasik yang terus diulang oleh pengelola bandara tanpa ada solusi sistemik.
Manajemen Angkasa Pura menjelaskan bahwa AS bekerja untuk salah satu perusahaan mitra pihak ketiga yang beroperasi di area Bandara Supadio. Meski begitu, perusahaan tetap menyatakan komitmennya untuk menjaga integritas dan profesionalisme layanan.
Imbauan agar Transaksi Hanya di Saluran Resmi
Maya Damayanti menambahkan, pihaknya menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat membeli tiket pesawat.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan transaksi dilakukan melalui saluran resmi atau agen perjalanan yang terpercaya,” tuturnya.
Imbauan serupa sebenarnya sudah sering disampaikan. Namun, tanpa pengawasan ketat terhadap mitra pihak ketiga yang beroperasi di dalam bandara, risiko penipuan tetap mengintai calon penumpang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian mengenai perkembangan kasus AS. Publik pun menunggu langkah konkret Angkasa Pura untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.