Pencarian

BMKG Pastikan Gempa M6,7 Palu Bukan Akibat Sesar Palu-Koro, Melainkan Sesar Sausu

Selasa, 16 Juni 2026 • 14:31:31 WIB
BMKG Pastikan Gempa M6,7 Palu Bukan Akibat Sesar Palu-Koro, Melainkan Sesar Sausu
Deputi BMKG menjelaskan gempa M6,7 Palu disebabkan oleh aktivitas Sesar Sausu, bukan Sesar Palu-Koro.

SUMATERA SELATAN — Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam konferensi pers daring, Selasa (16/6), menjelaskan bahwa episenter gempa berada di darat dan termasuk jenis gempa bumi dangkal. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu," ujarnya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault. BMKG mencatat, parameter gempa semula dilaporkan berkekuatan magnitudo 6,7 dengan kedalaman 10 kilometer, namun kemudian diperbarui menjadi 16 kilometer.

Perbedaan Sesar Pemicu dengan Gempa 2018

Penyebab gempa kali ini menjadi perhatian karena berbeda dengan peristiwa 2018 silam. Saat itu, Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah luluh lantak akibat gempa bumi dan likuifaksi yang dipicu oleh pergerakan Sesar Palu-Koro. Sesar Sausu sendiri merupakan sesar aktif yang berada di wilayah yang relatif lebih timur dari Sesar Palu-Koro.

Nelly mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Nelly.

Dampak Kerusakan dan Imbauan Waspada Gempa Susulan

BMKG menyebutkan sudah ada laporan dampak kerusakan akibat gempa bumi tersebut, meski belum merinci secara detail lokasi dan jumlah bangunan yang rusak. Meski demikian, lembaga itu memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," ucap Nelly.

Masyarakat diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. "Kemudian menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," sambungnya.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG masih memantau aktivitas gempa susulan dan meminta warga untuk hanya merujuk pada informasi resmi dari lembaga tersebut. Gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil masih mungkin terjadi dalam beberapa jam ke depan.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks