PALEMBANG — Irjen Sandi Nugroho, Kapolda Sumatera Selatan, memimpin langsung pembukaan Latihan Pra-Operasi Senpi Musi 2026 di aula Mapolda Sumsel. Kegiatan ini dihadiri oleh Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Reskrimum, Dir Samapta, Dansat Brimob, serta seluruh Kapolres jajaran.
Ancaman Nyata di Bumi Sriwijaya
Irjen Sandi menegaskan bahwa setiap senjata api ilegal yang beredar di tengah masyarakat menyimpan potensi besar terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, senpi ilegal bisa memicu tindak pidana hingga konflik sosial yang membahayakan warga.
"Di balik setiap senjata api ilegal yang beredar di masyarakat, mempunyai potensi yang cukup besar terhadap gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat," ujar Kapolda dalam arahannya.
302 Senpi Rakitan Diamankan Sepanjang 2025
Data yang dipaparkan dalam acara itu menunjukkan bahwa Polda Sumsel telah mengungkap 41 kasus dan menyita 302 senjata api rakitan berbagai jenis sepanjang tahun 2025. Capaian ini disebut sebagai pengingat bahwa peredaran senpi ilegal masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Irjen Sandi menekankan bahwa penanggulangan senjata api ilegal bukan sekadar tugas penegakan hukum, melainkan bagian dari tanggung jawab Polri melindungi kehidupan masyarakat. "Penanggulangan senjata api ilegal bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari tugas kita sebagai penjaga kehidupan, perawat peradaban, dan penjaga kemanusiaan," tegasnya.
Operasi Senpi Musi 2026: Matang, Terstruktur, Berkelanjutan
Operasi Senpi Musi 2026 dirancang sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Kapolda meminta seluruh personel menyiapkan operasi secara matang, terstruktur, dan berkelanjutan agar dapat menciptakan rasa aman bagi warga Sumsel.
"Operasi ini harus dilaksanakan secara profesional, terukur, humanis, dan bertanggung jawab. Keberhasilan operasi ini ditentukan oleh kesiapan, kemampuan, kepekaan, dan kreativitas setiap personel di lapangan," jelas Irjen Sandi.
Personel Diminta Jaga Integritas dan Kerahasiaan
Dalam arahannya, Kapolda menyoroti tingkat kerawanan senpi ilegal yang cukup tinggi di Sumsel. Ia meminta jajaran mampu memetakan target operasi secara tepat, menindaklanjuti informasi secara cepat, serta memperkuat koordinasi antar fungsi.
Irjen Sandi juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan wewenang. "Jaga integritas, hindari penyalahgunaan wewenang, dan tidak memberikan informasi operasi kepada pihak yang tidak berkepentingan," ucapnya.
Ia berharap latihan Pra-Operasi Senpi Musi 2026 menjadi ruang menyamakan langkah dan membangun komitmen bersama menjaga keamanan Bumi Sriwijaya. "Tanamkan semangat Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik, yaitu hadir dengan cepat, tepat, humanis, dan bertanggung jawab," pungkasnya.