SUMATERA SELATAN — Jakarta - Pengalaman pertama Johnny Jansen di kompetisi sepak bola Indonesia memberikan kesan mendalam. Mantan pelatih PEC Zwolle itu secara khusus menyoroti atmosfer pertandingan yang penuh gairah, sebuah elemen yang jarang ia temui selama berkarier di Eropa.
Gairah Suporter Jadi Daya Tarik Utama
Dalam pernyataan yang dikutip dari laman resmi klub, Rabu, Jansen mengaku langsung merasakan bagaimana sepak bola menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat di berbagai daerah. "Sepak bola dengan banyak gairah (passion). Itu sangat menyenangkan jika Anda melihat para penggemar, melihat para pemain, saya suka itu. Gairahnya sangat bagus," ungkap Jansen.
Ia menambahkan, dukungan suporter memberikan warna tersendiri yang tidak selalu ditemukan di kompetisi negara lain. Hubungan baik dengan fans di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi salah satu momen favoritnya selama berkarier di Indonesia.
Langkah Maju di Musim Perdana
Meski Bali United finis di peringkat kedelapan klasemen akhir BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 51 poin dari 34 laga, Jansen melihat progres signifikan dari tim asuhannya. "Tapi sejujurnya saya sangat menyukainya jika melihat proses tim kami, kami mengambil langkah besar ke depan. Jadi saya sangat senang dengan apa yang saya lihat," kata Jansen.
Menurutnya, perjalanan musim ini menjadi pembelajaran berharga. Perbedaan kultur sepak bola antara Eropa dan Indonesia justru menjadi pengalaman yang memperkaya wawasannya sebagai pelatih.
Belajar dari Dinamika Sepak Bola Indonesia
Jansen mengakui kompetisi di Indonesia memiliki karakteristik unik yang tidak bisa disamakan dengan apa yang ia alami di Belanda. "Ya, ini tahun yang baik, saya belajar banyak dari sepak bola Indonesia karena sangat berbeda dengan apa yang saya alami di Eropa. Saya belajar banyak dan senang memiliki pengalaman ini," katanya.
Pelatih berusia 51 tahun itu menegaskan bahwa atmosfer penuh gairah menjadi alasan utama ia menikmati petualangan barunya. Dengan pengalaman satu musim penuh, Jansen kini memiliki gambaran lebih jelas tentang tantangan dan potensi besar sepak bola Indonesia ke depan.