Pencarian

Trump Desak Israel Serahkan Urusan Hizbullah ke Suriah, Nilai Kampanye Militer Terlalu Banyak Korban Sipil

Rabu, 17 Juni 2026 • 11:11:01 WIB
Trump Desak Israel Serahkan Urusan Hizbullah ke Suriah, Nilai Kampanye Militer Terlalu Banyak Korban Sipil
Donald Trump mendesak Israel menyerahkan urusan Hizbullah kepada Suriah dalam KTT G7.

SUMATERA SELATAN — Pernyataan itu disampaikan Trump dalam KTT G7, Selasa (17/6), sebagaimana dilansir Al Arabiya dari AFP. Trump menyebut al-Sharaa telah melakukan "pekerjaan yang luar biasa" dan lebih mampu menangani Hizbullah, kelompok yang didukung Iran dan selama ini menjadi musuh bebuyutan Israel.

Kritik Terbuka terhadap Netanyahu

"Jika Israel tidak dapat menyelesaikan masalah (melawan Hizbullah) tanpa membunuh semua orang lain, maka dia (al-Sharaa) akan menyelesaikan masalah. Suriah akan menyelesaikan masalah," ujar Trump di hadapan para pemimpin negara industri.

Pernyataan ini menandai eskalasi tekanan diplomatik AS terhadap sekutu lamanya. Trump secara eksplisit menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu—yang akrab disapa "Bibi"—harus lebih bertanggung jawab terhadap Lebanon. "Saya tidak senang dengan cara Israel menangani Lebanon dan Hizbullah. Mereka seharusnya bisa menyelesaikan pekerjaan itu lebih cepat," tegas Trump.

Pujian untuk Al-Sharaa, Kecaman untuk Assad

Dalam kesempatan yang sama, Trump memuji al-Sharaa yang berkuasa setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad. Ia menyebut pemimpin Suriah itu "sangat baik dengan Hizbullah, tidak menyukai mereka." Namun, dengan nada sinis, Trump menambahkan bahwa al-Sharaa "bukan anak baik."

Pernyataan ini muncul di tengah laporan yang menyebut hubungan Trump dengan Netanyahu tengah memburuk. Sejumlah analis menilai pernyataan tersebut merupakan sinyal bahwa Washington mulai lelah dengan biaya politik dan kemanusiaan dari konflik berkepanjangan di Lebanon selatan.

Perubahan Strategi di Timur Tengah

Usulan Trump untuk melibatkan Suriah dalam konflik Hizbullah menandai pergeseran pendekatan yang signifikan. Selama ini, Israel dan AS memandang Suriah di bawah Assad sebagai bagian dari "poros perlawanan" Iran yang mendukung Hizbullah. Kini, dengan kepemimpinan baru di Damaskus, Trump melihat peluang untuk meredakan ketegangan tanpa harus melibatkan militer Israel secara langsung.

Belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Israel atau Kantor Perdana Menteri Netanyahu atas pernyataan Trump. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Suriah belum memberikan komentar terkait usulan presiden AS tersebut.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks