Pencarian

Baterai Motor Listrik Bekas di Indonesia Tidak Semua Berakhir Jadi Sampah, Ini Nasibnya

Selasa, 09 Juni 2026 • 11:01:01 WIB
Baterai Motor Listrik Bekas di Indonesia Tidak Semua Berakhir Jadi Sampah, Ini Nasibnya
Baterai SLA motor listrik bekas di Indonesia dikelola melalui pabrik pengolah limbah khusus.

SUMATERA SELATAN — Populasi motor listrik di Indonesia terus bertambah, namun persoalan limbah baterai mulai mengemuka. Banyak pemilik masih berpikir baterai bekas harus langsung dibuang begitu performanya menurun. Faktanya, tidak semua komponen baterai berakhir sebagai sampah.

Muhlasin, pemilik bengkel spesialis motor listrik EV Solution di Pondok Aren, Tangerang Selatan, menjelaskan bahwa penanganan limbah tergantung jenis baterai. Baterai SLA (Sealed Lead Acid) yang banyak dipakai motor listrik entry level punya sistem pengelolaan yang sudah matang.

Baterai SLA: Mirip Aki Mobil Bekas, Ada Pabrik Pengolah Khusus

"Untuk SLA, sudah ada pabrik pengolah limbah yang mengambil sebulan sekali, sama seperti aki mobil," ujar Muhlasin kepada Kompas.com. Material timbal dan komponen lain dari baterai SLA bisa diproses kembali menjadi bahan baku baru oleh perusahaan pengolah limbah.

Pola ini sudah berjalan lama karena rantai pengumpulan dan pengolahan aki konvensional di Indonesia sudah terbentuk. Artinya, baterai SLA motor listrik bekas tidak langsung menumpuk di TPA.

Baterai Litium: Limbah Minim, Sel Bekas Jadi Senter dan Lampu Darurat

Berbeda dengan SLA, limbah baterai litium belum banyak karena penggunaannya relatif baru dan usia pakainya panjang. Muhlasin mengungkapkan, sebagian besar perbaikan baterai litium saat ini bahkan belum sampai mengganti satu paket penuh.

"Biasanya kalau servis ganti sel, sel bekasnya diminta lagi oleh konsumen karena masih bisa dipakai untuk senter, lampu emergency, atau mobil mainan," katanya. Kerusakan umumnya hanya terjadi pada beberapa sel atau komponen Battery Management System (BMS).

Satu paket baterai litium 72V 25Ah terdiri dari sekitar 100 sel baterai. Ketika rusak, tidak semua sel mati total. "Sejauh ini kebanyakan cuma ganti BMS atau beberapa sel saja," ujar Muhlasin.

Peluang Second Life untuk Sel Baterai yang Masih Layak

Kondisi ini membuka peluang pemanfaatan kembali atau second life bagi sel baterai yang masih memiliki kapasitas cukup baik. Sel-sel tersebut bisa digunakan sebagai sumber daya untuk perangkat berdaya rendah seperti senter, lampu darurat, hingga mainan listrik.

Dengan kata lain, baterai motor listrik yang sudah tidak optimal untuk kendaraan belum tentu menjadi limbah sepenuhnya. Sebagian komponen masih bisa digunakan kembali, sementara sisanya berpotensi masuk ke rantai daur ulang seiring berkembangnya industri pengolahan limbah baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Bagikan
Sumber: otomotif.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks