SUMATERA SELATAN — Kenaikan harga BBM non-subsidi ini dikonfirmasi melalui laman resmi Pertamina. Untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax kini dibanderol Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik signifikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Meski dua varian naik, harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap stabil di Rp20.750 per liter. Begitu pula dengan Dexlite yang bertahan di Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex di Rp24.800 per liter. BBM subsidi Pertalite dan Solar masih dijual Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Daftar Lengkap Harga Pertamax per Wilayah
Harga Pertamax bervariasi antar provinsi karena perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Berikut rinciannya untuk Senin (15/6/2026):
- Aceh & Sumatera Utara: Rp16.650 per liter
- FTZ Sabang: Rp15.250 per liter
- Sumbar, Riau, Kepri: Rp17.000 per liter
- FTZ Batam: Rp15.500 per liter
- Bengkulu, Sumsel, Jambi, Babel, Lampung: Rp16.650 per liter
- DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim: Rp16.250 per liter
- Bali, NTB, NTT: Rp16.250 per liter
- Kalbar, Kalteng, Kaltim: Rp16.650 per liter
- Kalsel, Kaltara: Rp17.000 per liter
- Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar: Rp16.650 per liter
- Maluku, Malut: Rp16.650 per liter
- Papua: Rp16.650 per liter
- Papua Barat, Papua Barat Daya: Rp16.650 per liter
- Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan: Rp16.650 per liter
Harga Varian Turbo, Dex, dan Green 95
Untuk konsumen yang membutuhkan oktan lebih tinggi, Pertamax Turbo dijual Rp20.750 per liter di DKI Jakarta dan sekitarnya. Namun di Sumatera Barat, Riau, dan Kepri harganya Rp21.650 per liter. Sementara Pertamax Green 95 yang baru naik hanya tersedia di wilayah Jawa-Bali dengan harga Rp17.000 per liter.
Untuk solar non-subsidi, Dexlite dibanderol Rp23.000 per liter di Jawa-Bali dan Rp23.500 di Sumatera. Pertamina Dex termahal ada di Sumbar, Riau, dan Kepri yakni Rp25.900 per liter.
Khusus Nusa Tenggara Timur, Pertamina juga menyediakan Biosolar Nonsubsidi dengan harga Rp22.900 per liter. Harga ini berbeda dari Solar subsidi yang tetap Rp6.800 per liter di seluruh Indonesia.