OECD menemukan bahwa subsidi untuk pabrikan semikonduktor yang berbasis di China memang tergolong kecil dalam nilai absolut. Namun, jika dibandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan industri chip dalam negeri, angkanya menjadi yang tertinggi di dunia.
"Subsidi untuk pabrikan semikonduktor berbasis di China memang sederhana secara absolut, namun jumlah tersebut signifikan jika dibandingkan dengan penjualan mereka, mencapai hampir 10 persen dari pendapatan pada awal 2020-an," tulis laporan OECD.
Dukungan besar-besaran ini, menurut OECD, merupakan kelanjutan dari kebijakan jangka panjang Beijing yang tertuang dalam Guideline for the Promotion of the Development of the National Integrated Circuit Industry pada 2014. Kebijakan itu semakin diperkuat oleh pembatasan ekspor teknologi semikonduktor yang diberlakukan mitra dagang China sejak 2018.
Perusahaan AS Juara Subsidi Nominal, Didorong CHIPS Act
Dalam hitungan nominal, perusahaan berbasis di Amerika Serikat tetap menjadi penerima manfaat terbesar. OECD mencatat angka ini mencakup pula subsidi yang diterima perusahaan AS di yurisdiksi lain, termasuk di Asia, serta program subsidi baru di dalam negeri seperti CHIPS Act.
Pada Agustus tahun lalu, pemerintahan Trump mengambil saham 9,9 persen di Intel yang sedang terpuruk, menggunakan dana hibah CHIPS Act senilai 5,7 miliar dolar AS yang belum dicairkan sebagai bagian dari kesepakatan investasi senilai 8,9 miliar dolar AS. Pemerintah juga mengandalkan tarif impor untuk mendorong produksi chip dalam negeri, meskipun efek kebijakan itu diperkirakan baru terasa dalam beberapa tahun ke depan mengingat waktu pembangunan pabrik yang lama.
Pasar Chip Global Tembus 631 Miliar Dolar, Asia Makin Dominan
OECD melaporkan nilai pasar semikonduktor global mencapai 631 miliar dolar AS pada 2024. Pertumbuhan diperkirakan berlanjut seiring investasi besar di pusat data, kecerdasan buatan, dan kendaraan otonom. Ukuran pasar ini mencakup desain chip, manufaktur, pengujian, dan pengemasan, namun tidak termasuk peralatan produksi seperti mesin litografi.
Perusahaan dari Amerika Serikat dan Asia—khususnya Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan—telah lama menjadi pemain kunci. Selama dua dekade terakhir, Asia bertransformasi menjadi pusat manufaktur dan perdagangan chip global, sementara AS masih memegang peran penting di segmen rantai pasok bernilai tinggi seperti desain chip.
OECD menggunakan basis data MAGIC yang mencakup sampel perusahaan yang mewakili 64 hingga 83 persen penjualan global, tergantung tahun dan cakupan sektor. Sebagian besar sampel berasal dari Asia dan AS, ditambah pemain besar Eropa yang melayani industri otomotif.
Bentuk Subsidi: Keringanan Pajak hingga Pinjaman Bersubsidi
Laporan OECD mengukur dukungan pemerintah dalam bentuk konsesi pajak, hibah langsung, dan pinjaman bersubsidi. Bentuk penyertaan modal negara tidak termasuk dalam hitungan ini. Temuan ini menunjukkan bahwa persaingan subsidi semikonduktor tidak lagi sekadar soal siapa yang paling banyak menggelontorkan uang, melainkan juga bagaimana struktur dan efisiensi dukungan tersebut terhadap pendapatan industri.