Pencarian

Arema FC Hapus Posisi Penerjemah Khusus, Julian Guevara Jadi Juru Bicara Dadakan di Lapangan

Kamis, 09 Juli 2026 • 00:57:31 WIB
Arema FC Hapus Posisi Penerjemah Khusus, Julian Guevara Jadi Juru Bicara Dadakan di Lapangan
Arema FC resmi menghapus posisi penerjemah khusus untuk efisiensi biaya operasional.

SUMATERA SELATAN — Keputusan mengejutkan datang dari kubu Singo Edan di tengah persiapan menyambut musim baru. General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, mengonfirmasi bahwa posisi translator khusus resmi dihapus dari struktur tim. Langkah ini membuat Claudio de Jesus, yang sudah dua musim menjadi jembatan komunikasi antara pelatih Marcos Santos dan pemain lokal, harus angkat kaki.

Alasan di Balik Pemangkasan Posisi Penerjemah

Yusrinal menjelaskan bahwa kebijakan ini murni untuk menekan biaya operasional. “Musim depan gak ada lagi posisi translator khusus. Kami ingin mengurangi biaya operasional,” katanya blak-blakan. Menurutnya, klub harus pintar mengatur pengeluaran tanpa mengorbankan performa tim di lapangan.

Manajemen menilai bahwa kebutuhan akan penerjemah khusus sudah tidak lagi krusial. Sebab, sebagian besar pemain asing Arema saat ini sudah fasih berbahasa Inggris. Selain itu, asisten pelatih Andre Caldas Costa juga mahir berbahasa internasional tersebut dan bisa diandalkan kapan saja.

Julian Guevara: Gelandang yang Juga Juru Bahasa

Nama Julian Guevara muncul sebagai solusi dadakan. Gelandang asal Kolombia itu ternyata sudah cukup fasih berbahasa Indonesia setelah beberapa musim bermain di tanah air. Namun, Yusrinal menegaskan bahwa peran Julian bukan sebagai penerjemah resmi.

“Julian sudah mampu berbahasa Indonesia dengan cukup baik. Tapi, perannya bukan sebagai translator resmi. Statusnya tetap sebagai pemain yang sesekali membantu komunikasi,” imbuh Yusrinal. Artinya, Julian hanya akan turun tangan jika ada instruksi pelatih yang kurang dipahami oleh pemain lokal.

Strategi Efisiensi Tanpa Mengorbankan Komunikasi Tim

Ketidakhadiran Claudio de Jesus di sesi latihan selama sepekan terakhir akhirnya terjawab sudah. Manajemen memastikan bahwa kombinasi kemampuan bahasa antara Julian, Andre Caldas Costa, dan para pemain asing lainnya sudah lebih dari cukup untuk menjalani satu musim kompetisi.

“Jika diperlukan, Andre bisa membantu komunikasi. Julian hanya membantu menjelaskan jika ada hal yang kurang dipahami para pemain lokal kita dalam bahasa Indonesia,” tandas Yusrinal. Arema pun resmi memasuki musim baru dengan struktur tim yang lebih ramping dan anggaran yang lebih efisien.

Bagikan
Sumber: malang-post.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks