OGAN ILIR — Tiga titik api kembali muncul di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mengancam pemukiman dan jalur transportasi utama. Kepala BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat, mengonfirmasi bahwa tim gabungan langsung bergerak begitu menerima laporan adanya hotspot yang berkembang menjadi kebakaran pada Jumat (17/7).
Lokasi Rawan: Samping Tol dan Lahan Gambut
Dari tiga titik yang terdeteksi, satu di antaranya berada di area yang sangat kritis, yakni di kawasan samping Jalan Tol Palindra, Kecamatan Pemulutan. Dua titik lainnya berada di wilayah Soal Batok. Tim pemadam harus bekerja cepat karena vegetasi di lokasi sangat kering dan sebagian besar merupakan lahan gambut, yang membuat api mudah merambat dan sulit dipadamkan jika sudah membesar.
"Benar, hari ini ada tiga titik karhutla yang kami tangani. Setelah menerima informasi adanya hotspot yang sudah terbakar, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman," kata Edi Rahmat kepada wartawan.
Petugas Fokus pada Penyekatan Agar Api Tak Meluas
Proses pemadaman masih terus dilakukan hingga saat ini. Tantangan terbesar di lapangan adalah kondisi vegetasi yang sangat kering, sehingga api berpotensi menyebar dengan cepat jika tidak segera dikendalikan. Tim gabungan tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan penyekatan di area yang masih dipenuhi semak dan lahan gambut untuk mencegah kobaran meluas ke lokasi lain.
"Proses pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan di lapangan. Kami fokus agar api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas," ungkap Edi.
Kabut Asap Ancam Pengguna Jalan Tol dan Warga Sekitar
BPBD Ogan Ilir menaruh perhatian serius pada potensi dampak kebakaran ini, terutama munculnya kabut asap dalam jumlah besar. Jika api tidak segera padam, asap tebal bisa mengganggu aktivitas warga yang tinggal di sekitar lokasi dan membahayakan keselamatan pengguna Jalan Tol Palindra yang melintas di dekat titik api.
"Kami berharap api cepat padam sehingga tidak melebar dan tidak menimbulkan asap dalam jumlah besar. Seluruh personel masih bekerja di lapangan untuk memastikan titik api benar-benar padam," tutup Edi.