Pencarian

Parade Kebaya Pecah Rekor MURI dan Zikir Akbar Digelar Bersamaan di Jembatan Ampera Palembang, Pemkot Atur Sinkronisasi Waktu

Selasa, 14 Juli 2026 • 21:12:01 WIB
Parade Kebaya Pecah Rekor MURI dan Zikir Akbar Digelar Bersamaan di Jembatan Ampera Palembang, Pemkot Atur Sinkronisasi Waktu
Ribuan peserta mengenakan kebaya dan kain songket berjalan di atas Jembatan Ampera dalam upaya pemecahan Rekor MURI, Selasa (14/7/2026).

PALEMBANGPemkot Palembang memastikan dua kegiatan berskala besar di kawasan ikonik Jembatan Ampera dan Bundaran Air Mancur pada pertengahan Juli 2026 tidak akan tumpang tindih. Parade Kebaya dan Kain Songket yang menargetkan pemecahan Rekor MURI serta Zikir Akbar yang diikuti ribuan jamaah akan diatur waktunya secara proporsional.

Rapat koordinasi yang dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Kota Palembang, Sulaiman Amin, digelar di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Selasa (14/7/2026). Hadir panitia penyelenggara, unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan perwakilan ulama.

“Yang kami utamakan adalah bagaimana kedua agenda besar ini bisa berjalan sesuai jadwal. Sinkronisasi waktu menjadi perhatian utama agar seluruh peserta merasa nyaman,” ujar Sulaiman.

Lokasi dan Pembagian Waktu Dua Acara

Bundaran Air Mancur yang berada di depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I akan menjadi lokasi Zikir Akbar. Sementara itu, Jembatan Ampera akan menjadi lintasan utama ribuan peserta parade kebaya dan kain songket.

Zikir Akbar dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB. Rangkaian kegiatan meliputi khataman Al-Qur’an, zikir bersama, pembacaan selawat, serta tausiah keagamaan yang dipimpin para ulama dan tokoh agama Palembang.

Habib Ghasim Alkaf, salah satu ulama Palembang, menyebut kegiatan itu menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga akhlak sesuai ajaran agama.

Ribuan Peserta Siap Pecahkan Rekor MURI

Ketua Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sumatera Selatan, Hj Nyayu Helen Ganefo, menjelaskan parade tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Kebaya Nasional 2026. Ribuan peserta dari berbagai kalangan akan mengenakan kebaya dan kain songket saat berjalan di atas Jembatan Ampera.

“Semangat utama dari kegiatan ini adalah mengajak masyarakat semakin bangga mengenakan kebaya dan songket. Kami berharap tradisi ini terus hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Helen.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar mengejar rekor, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Selatan ke khalayak luas.

Pemkot Optimistis Dua Agenda Berjalan Tertib

Pemerintah Kota Palembang optimistis masyarakat dapat menikmati kegiatan budaya dan keagamaan secara tertib. Kehadiran ribuan peserta diperkirakan akan semakin menghidupkan kawasan Jembatan Ampera sebagai ikon wisata sekaligus pusat aktivitas warga.

Sulaiman Amin menambahkan, koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa menimbulkan hambatan terhadap aktivitas masing-masing acara. Pembagian waktu secara proporsional menjadi kunci agar kegiatan budaya dan keagamaan dapat berjalan berdampingan dalam suasana saling menghormati.

Bagikan
Sumber: viralsumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks