SUMATERA SELATAN — Asus ROG Xbox Ally X20 adalah handheld Windows yang tampil dengan layar OLED 7,4 inci 1080p 120Hz dan grip karet yang jauh lebih nyaman, tapi harga USD 1.299 jadi tembok besar. Di pasar handheld gaming premium, perangkat ini berhadapan langsung dengan MSI Claw 8 EX AI+ yang menawarkan performa lebih kencang. Kesan pertama setelah mencoba Forza Horizon 6: layarnya luar biasa, tapi dompet perlu berpikir dua kali.
Tom's Guide menjalankan pengujian langsung terhadap Asus ROG Xbox Ally X20 dan menyimpulkan satu hal: ini sebagian besar adalah pembaruan kosmetik dari Xbox Ally X. Komponen internalnya tetap sama, termasuk chip AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan RAM 24GB. Artinya, semua peningkatan yang terasa justru datang dari sisi desain, bukan tenaga.
Pertanyaannya kemudian sederhana: apakah pembaruan desain itu cukup untuk membenarkan lonjakan harga dari USD 999 ke USD 1.299? Berikut rincian yang perlu dipertimbangkan sebelum merogoh kocek.
Layar OLED 7,4 Inci: Alasan Utama Melirik X20
Panel OLED menjadi alasan terkuat untuk mempertimbangkan perangkat ini. Selama bertahun-tahun, pengguna ROG Ally menuntut layar OLED di setiap iterasi baru, dan Asus akhirnya memenuhinya di X20.
Saat memainkan Forza Horizon 6, panel 7,4 inci 1080p itu menunjukkan tingkat kecerahan dan kekayaan warna yang membuat pemandangan pedesaan, kota padat, hingga mobil-mobil di dalamnya tampil memukau. Refresh rate 120Hz menjaga balapan tercepat tetap mulus tanpa patah-patah.
Tom's Guide menyebutnya sebagai layar terbaik yang pernah mereka lihat di sebuah gaming handheld. Bagi sebagian orang, kualitas OLED ini saja sudah cukup jadi alasan membeli.
Grip Karet dan Tombol yang Lebih Nyaman
ROG Xbox Ally generasi pertama sudah dikenal sebagai handheld paling nyaman digenggam berkat grip yang terinspirasi controller Xbox dan distribusi bobot yang cerdas. Asus tidak berhenti di situ.
X20 kini memakai grip berlapis karet yang membuat sesi gaming panjang terasa lebih ringan di tangan. Fitur ini jarang ditemukan di handheld gaming lain, jadi kehadirannya patut dihargai.
Perombakan hardware juga menyentuh area kontrol. Joystick TMR bergerak halus, shoulder button terasa lebih taktil, dan face button membulat lebih enak di bawah ibu jari. D-Pad-nya bahkan bisa diputar untuk berfungsi sebagai 4-way bagi game side-scrolling atau 8-way untuk game fighting.
Antarmuka Xbox: Pengalaman Windows yang Lebih Rapi
X20 menjalankan antarmuka Xbox yang dirancang khusus untuk handheld, bukan Windows 11 desktop yang kaku. Antarmuka ini ringkas dan mudah dinavigasi, mirip pendekatan SteamOS.
Yang menarik, saat antarmuka Xbox aktif, desktop Windows berhenti berjalan. Handheld pun sepenuhnya dioptimalkan untuk gaming tanpa proses latar belakang yang menggerus performa. Efeknya terasa nyata pada kecepatan respons dan daya tahan baterai.
Pengguna yang terbiasa mengutak-atik setting game tetap bisa masuk lebih dalam ke pengaturan kapan saja. Fleksibilitas ini penting bagi gamer PC yang ingin menyesuaikan tampilan dan performa sesuai selera.
Harga USD 1.299 yang Sulit Dicerna
Di sinilah masalahnya. Harga USD 1.299 menempatkan X20 jauh di atas Xbox Ally X yang dibanderol USD 999. Angka itu mengubah handheld yang seharusnya mainstream menjadi barang mewah.
Sebagai pembanding, MSI Claw 8 EX AI+ dijual USD 1.799 dengan layar 8 inci dan RAM 32GB. Memang lebih mahal, tapi spesifikasinya juga lebih tinggi. Yang jelas, masa ketika handheld Windows dijual mulai USD 599 tiga tahun lalu sudah berakhir.
Performa Sama, Kalah dari MSI Claw 8 EX AI+
Karena memakai chip dan RAM yang identik dengan Xbox Ally X, performa X20 tidak beranjak jauh. Dalam pengujian Tom's Guide, X20 tertinggal dari MSI Claw 8 EX AI+ yang ditenagai Intel Arc G3 Extreme, bahkan pada TDP 35W yang sama.
- Black Myth: Wukong (1080p Cinematic): X20 11 FPS, MSI Claw 14 FPS
- Cyberpunk 2077 (720p High): X20 11,87 FPS, MSI Claw 27,01 FPS
- Red Dead Redemption 2 (1080p Medium): X20 23 FPS, MSI Claw 63,8 FPS
- Shadow of the Tomb Raider (1080p High): X20 31 FPS, MSI Claw 66 FPS
Angka-angka itu menunjukkan X20 butuh penyesuaian setting serius agar game berat bisa berjalan layak. Untuk handheld seharga ini, performa yang tertinggal dari rival sekelasnya jelas catatan penting.
Kelebihan
- Layar OLED 7,4 inci 1080p 120Hz dengan kecerahan dan warna terbaik di kelas handheld
- Grip karet dan tata letak tombol yang membuat sesi panjang lebih nyaman
- Antarmuka Xbox yang ringan karena desktop Windows berhenti saat aktif
- D-Pad yang bisa diputar untuk mode 4-way atau 8-way
Kekurangan
- Harga USD 1.299 terasa terlalu tinggi untuk pembaruan yang sebagian besar kosmetik
- Performa tidak meningkat karena chipset sama dengan Xbox Ally X
- Tertinggal jauh dari MSI Claw 8 EX AI+ dalam pengujian game berat
- Baterai tidak disebut mengalami peningkatan berarti
Verdict: Layak untuk Pencari Layar Terbaik, Kurang Masuk Akal untuk Pencari Performa
ROG Xbox Ally X20 adalah handheld Windows dengan kualitas gambar dan ergonomi yang sulit ditandingi. Jika prioritas utama adalah layar memukau dan kenyamanan genggaman, perangkat ini tidak akan mengecewakan.
Tapi bagi yang mengejar performa per dolar, X20 sulit direkomendasikan. Harga USD 1.299 untuk chipset yang sama dengan generasi sebelumnya membuatnya kalah bersaing melawan MSI Claw 8 EX AI+ dan handheld berbasis Intel Arc G3 lainnya. Perangkat ini cocok untuk gamer yang sudah punya budget lebih dan mengutamakan pengalaman visual, bukan bagi yang mencari nilai terbaik.