Pencarian

Hands-on Samsung Galaxy Z Fold8: Layar 4:3 Nyaman, Tapi Lipatan Masih Terlihat

Jumat, 31 Juli 2026 • 22:30:02 WIB
Hands-on Samsung Galaxy Z Fold8: Layar 4:3 Nyaman, Tapi Lipatan Masih Terlihat
Samsung Galaxy Z Fold8 dipamerkan dalam sesi hands-on, menampilkan rasio layar 4:3 yang nyaman untuk membaca.

SUMATERA SELATAN — Kami mendapat kesempatan menjajal Samsung Galaxy Z Fold8 dalam sesi hands-on singkat. Perlu ditegaskan, ini bukan review final—pengujian baru sebatas penggunaan harian ringan seperti navigasi antarmuka, membaca, dan mencoba beberapa aplikasi. Untuk menilai durabilitas lipatan setelah pemakaian berbulan-bulan, masih butuh waktu lebih lama.

Rasio Layar 4:3: Bukan Sekadar Angka, Ini Ubah Kebiasaan Membaca

Saat membuka layar utama, rasio 4:3 langsung terasa berbeda dari pendahulunya. Membaca e-book, komik, atau artikel web terasa lebih lega karena konten tidak terpotong. Dalam demonstrasi Samsung, posisi lanskap mampu menampilkan komik seperti dua halaman buku—cukup impresif untuk ukuran ponsel lipat.

Pengguna bisa memutar perangkat 90 derajat untuk beralih ke mode satu halaman dengan ukuran teks lebih besar. Ini bukan sekadar gimmick; untuk konsumen yang gemar membaca, rasio ini terasa lebih natural dibanding layar lipat dengan aspect ratio lebih sempit.

Lipatan Layar: Masih Ada, Tapi Bukan Pengganggu Utama

Satu hal yang kami cermati adalah area lipatan di tengah layar. Dari sudut pandang frontal, lipatan hampir tidak terlihat. Namun, saat cahaya datang dari samping atau saat menonton video dengan latar terang, bekas lipatan masih bisa diamati.

Pertanyaan besarnya bukan soal penampakan awal, melainkan bagaimana lipatan ini berevolusi setelah layar dibuka-tutup ratusan kali. Pengujian jangka panjang tetap diperlukan untuk memastikan apakah lekukan ini semakin dalam atau tetap seperti kondisi pabrik.

Performa Snapdragon 8 Elite Gen 5: Responsif di Atas Kertas dan Praktik

Samsung menyematkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy pada Fold8. Varian 256 GB dan 512 GB dipasangkan dengan RAM 12 GB, sementara varian tertinggi 1 TB mendapat RAM 16 GB. Dalam sesi singkat, perpindahan dari cover screen ke layar utama berjalan mulus. Aplikasi yang kami buka berganti tanpa jeda berarti.

App continuity—fitur yang menjaga aplikasi tetap terbuka saat layar dilipat atau dibuka—bekerja cepat. Chipset ini juga yang menggerakkan fitur Galaxy AI dan pemrosesan kamera, jadi secara teori tidak ada kompromi performa untuk multitasking berat atau editing video langsung dari perangkat.

Konten 16:9 dan Gaming: Efektif, Tapi Ada Sisa Ruang

Menonton video berformat 16:9 di layar utama masih menyisakan bidang kosong di sisi atas dan bawah. Area gambar yang tampil terasa cukup efektif, namun pengalaman sebenarnya sangat bergantung pada optimalisasi tiap aplikasi. Untuk gaming, layar luas memberikan keuntungan visual, tapi kami belum bisa menyimpulkan performa thermal-nya karena waktu pengujian terbatas.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Sebagai catatan jujur dari sesi hands-on ini, ada beberapa hal yang belum bisa kami nilai: daya tahan baterai untuk pemakaian harian penuh, suhu perangkat saat gaming berat, dan evolusi lipatan layar setelah pemakaian intensif. Harga resmi untuk pasar Indonesia juga belum bisa kami konfirmasi dari sesi ini.

Fold8 jelas menunjukkan arah yang berani dari Samsung—mengejar kenyamanan membaca dan produktivitas lewat rasio layar, bukan sekadar mengejar angka spesifikasi. Tapi sebelum memutuskan mengeluarkan uang puluhan juta, tunggu review lengkap kami setelah pemakaian lebih lama.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nextren.grid.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks