Pencarian

Sumsel Uji Coba Teknologi Pengurai Asap Dry Ice Hasil Kerja Sama Indonesia-Thailand, Prioritaskan Bandara dan Lapangan Udara TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 • 07:32:31 WIB
Sumsel Uji Coba Teknologi Pengurai Asap Dry Ice Hasil Kerja Sama Indonesia-Thailand, Prioritaskan Bandara dan Lapangan Udara TNI
Gubernur Sumsel Herman Deru memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla dan asap melalui konferensi video.

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut teknologi pengurai asap berbasis dry ice akan ditempatkan di titik-titik strategis, bukan disebar merata. Penempatan itu mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menilai bandara dan lapangan udara TNI sebagai lokasi paling terdampak gangguan asap.

"Kita bahagia karena Presiden sudah menginstruksikan adanya inovasi baru melalui kerja sama Indonesia dengan Thailand mengenai pengurai asap. Minimal, di tempat-tempat strategis seperti bandara dan lapangan udara TNI akan menggunakan teknologi dry ice," kata Herman Deru.

Rapat konferensi video itu juga diikuti Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Bupati Banyuasin Askolani, Bupati OKI Muchendi Mahzareki, Wakil Bupati Ogan Ilir Ardani, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumsel. Gubernur Kalimantan Tengah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah turut hadir dalam forum yang sama.

Luas Terbakar Tersisa 6,9 Hektare, Asap Masih Jadi Persoalan Utama

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto melaporkan penurunan kondisi karhutla di Sumsel kepada Presiden dalam rapat tersebut. Data terbaru yang dipaparkan menyebut luas area terbakar di Sumsel tersisa sekitar 6,9 hektare dari total luas wilayah provinsi sekitar 278,75 juta hektare.

Herman Deru menegaskan luas lahan terbakar dan dampak asap adalah dua persoalan berbeda yang perlu ditangani terpisah. Menurutnya, angka 6,9 hektare menunjukkan karhutla relatif terkendali, tetapi asap yang menyelimuti sejumlah wilayah tetap menjadi perhatian utama.

"Namun, persoalan asap masih menjadi perhatian utama. Artinya, kondisi karhutla tidak banyak, tetapi asap yang mengepung kita," ujarnya.

Titik Api Tersisa di Kawasan Gambut OKI dan Muba

Sisa titik karhutla di Sumsel berada di kawasan gambut, antara lain wilayah Pulau Beruang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin. Pemerintah terus melakukan pemadaman dengan dukungan pasokan air dan peralatan pemadaman.

Herman Deru berharap sisa luasan terbakar sekitar 6,9 hektare dapat segera dituntaskan. Setelah itu, penanganan dapat difokuskan pada pengurangan dampak asap dan penguatan sistem pencegahan karhutla.

Polhut Jadi Kunci Deteksi Dini, Sumsel Baru Punya 50 Personel

Sumsel memiliki kawasan hutan sekitar 3,6 juta hektare, tetapi hanya didukung sekitar 50 personel Polisi Kehutanan. Kesenjangan itu membuat deteksi potensi kebakaran hutan dan lahan bergantung pada jumlah personel yang terbatas.

Presiden menyampaikan rencana pengangkatan 70 ribu personel Polhut ke depan. Herman Deru berharap Sumsel mendapat tambahan kuota untuk pengamanan hutan, termasuk mendeteksi api.

"Polhut ini adalah mata dan telinga di lapangan yang bisa mendeteksi secara langsung. Presiden menyampaikan rencana pengangkatan 70 ribu personel ke depan. Mudah-mudahan Sumatera Selatan mendapat tambahan kuota untuk pengamanan hutan, termasuk mendeteksi api," jelasnya.

Posko Kesehatan dan Bantuan UMKM Disiapkan untuk Warga Terdampak

Pemprov Sumsel menyiapkan sejumlah bantuan bagi masyarakat terdampak asap. Bantuan mencakup pelayanan melalui posko kesehatan serta dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Bantuan UMKM akan disalurkan melalui Dinas Koperasi dan UMKM dengan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan," kata Herman Deru.

Upaya pencegahan karhutla membutuhkan dukungan kebijakan nasional dan tidak dapat dilakukan pemerintah daerah secara sendiri. Penguatan jumlah Polhut menjadi salah satu langkah yang disampaikan Presiden sebagai garda terdepan mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halosumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks