BANYUASIN — Kawasan sentra padi di Sumatera Selatan bakal memiliki fasilitas pengolahan gabah yang lebih modern. Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Perum Bulog mematangkan rencana pembangunan Infrastruktur Pasca Panen (IPP) di Desa Telang Sari, Kecamatan Tanjung Lago. Pembangunan ini menargetkan perbaikan kualitas hasil panen petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan regional.
Mengapa Desa Telang Sari Dipilih?
Lokasi IPP bukan tanpa alasan. Dewan Pengawas Independen Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Letjen TNI (Purn) Geerhan Lantara, menyebut Banyuasin merupakan salah satu lumbung pangan utama di provinsi ini. "Pemilihan Desa Telang Sari di Kecamatan Tanjung Lago didasarkan pada potensi pertaniannya yang sangat besar," ujarnya.
Desa tersebut dinilai memiliki akses strategis menuju kawasan produsen padi terbesar di Sumatera Selatan. Dengan begitu, proses pengumpulan dan pengolahan gabah dari petani di sekitar bisa lebih efisien.
Fasilitas Modern untuk Kurangi Susut Panen
IPP yang direncanakan bukan sekadar gudang biasa. Fasilitas ini akan dilengkapi pengering gabah (dryer) dan penggilingan modern. Tujuannya, menjaga mutu gabah dan beras agar tidak turun akibat penjemuran manual yang bergantung pada cuaca.
Geerhan menambahkan, kehadiran IPP diharapkan mampu mengurangi kehilangan hasil panen, menjaga stabilitas harga di tingkat petani, serta mempercepat penyerapan hasil panen oleh Bulog. "Dengan adanya IPP modern, kami berharap penyerapan hasil panen petani semakin cepat dan pasokan pangan regional tetap terjaga," katanya.
Komitmen Pemkab: Regulasi dan Koordinasi
Bupati Banyuasin, Askolani, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini. Pemerintah daerah siap memperkuat koordinasi, memenuhi kebutuhan regulasi, dan memastikan proses penetapan lokasi berjalan lancar. Menurut Askolani, pembangunan IPP akan mendongkrak daya saing komoditas pertanian Banyuasin karena mampu meningkatkan kualitas hasil panen petani.
Kolaborasi antara Pemkab Banyuasin dan Perum Bulog ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil panen di salah satu sentra produksi padi terbesar di Sumatera Selatan. Ke depan, petani di Tanjung Lago diharapkan bisa menikmati rantai pasok yang lebih pendek dan harga yang lebih stabil.