Pencarian

6 Anggota DPRD Sumsel Dapil VI Turun ke Muara Enim, Warga Keluhkan Debu Batu Bara hingga PDAM Mati Saat Listrik Padam

Rabu, 08 Juli 2026 • 12:38:31 WIB
6 Anggota DPRD Sumsel Dapil VI Turun ke Muara Enim, Warga Keluhkan Debu Batu Bara hingga PDAM Mati Saat Listrik Padam
Enam anggota DPRD Sumsel Dapil VI menerima aspirasi warga Muara Enim terkait debu batu bara dan krisis air bersih.

MUARA ENIM — Aspirasi warga di Muara Enim yang diterima anggota DPRD Sumsel saat reses bukan hanya soal infrastruktur jalan. Debu batu bara dari angkutan tambang dan krisis air bersih saat pemadaman listrik menjadi dua keluhan utama yang disuarakan langsung di Kelurahan Pasar I.

Enam legislator yang turun dalam reses ini adalah Muhamad Candra (PKB) selaku koordinator, Mohd Muaz Ar Rifqy (PKS), Ismail Hairul Pala (Demokrat), Ahmad Palo (PPP), Hj. Lury Eliza Alex Noerdin (Golkar), dan Ganjar Iman (NasDem). Mereka menyisir wilayah Dapil VI yang meliputi Kabupaten Muara Enim, PALI, dan Kota Prabumulih.

Debu Batu Bara dan PDAM Jadi Sorotan Utama

Warga mengeluhkan debu yang dihasilkan angkutan batu bara yang melintas di jalan negara. Tak hanya mengganggu pernapasan, debu disebut mengotori rumah dan lingkungan sekitar. Selain itu, distribusi air PDAM kerap terhenti saat terjadi pemadaman listrik karena perusahaan daerah itu belum memiliki mesin pembangkit listrik mandiri.

Permintaan warga pun mengerucut pada dua hal: penanganan debu dengan penutupan terpal atau pengaturan tonase kendaraan, serta penyediaan genset atau mesin listrik cadangan untuk PDAM agar pasokan air ke rumah-rumah tidak terganggu.

Lapangan Olahraga hingga Insentif RT Juga Diperjuangkan

Tak hanya persoalan lingkungan dan air bersih, warga juga meminta revitalisasi lapangan olahraga yang bisa difungsikan untuk upacara. Perbaikan Jalan SP Keur juga masuk dalam daftar usulan. Di sisi lain, insentif bagi ketua RT, seragam untuk karang taruna dan koperasi, serta beasiswa berkelanjutan bagi atlet berprestasi daerah turut disuarakan.

Warga juga mendesak tindakan tegas terhadap kendaraan angkutan yang melintas di jalan negara tanpa izin. Hal ini dinilai menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan dan meningkatnya polusi debu di pemukiman.

Komitmen Wakil Rakyat: Bukan Wakil Partai

Menanggapi deretan aspirasi tersebut, Koordinator Reses Muhamad Candra menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap usulan hingga ke tingkat provinsi. “Kami adalah wakil rakyat, bukan wakil partai. Terkait PDAM, kami akan dorong agar mereka memiliki mesin listrik sendiri. Mengenai debu dan dampak lingkungan, kami akan berkoordinasi dengan PT KAI dan perusahaan batu bara untuk mencari solusi konkret, apakah dengan penutupan terpal atau pengaturan tonase,” tegas Candra.

Senada dengan itu, Hj. Lury Eliza Alex Noerdin memastikan seluruh usulan sarana dan prasarana akan segera disampaikan kepada mitra komisi terkait di DPRD Sumsel. Sementara itu, pihak swasta PT WSL yang turut hadir dalam pertemuan menyatakan dukungannya dan meminta warga segera menyusun proposal agar bantuan bisa dialokasikan secara tepat sasaran.

Bagikan
Sumber: halosumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks