PALEMBANG — Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 di Palembang, Jumat pekan lalu. Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.
Potensi Besar Ekonomi Syariah di Sumsel
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebutkan bahwa jumlah penduduk muslim di Sumatera Selatan mencapai sekitar 7,72 juta jiwa atau 97,22 persen dari total penduduk. Menurutnya, angka ini menjadi modal sosial dan pasar yang sangat besar untuk mengembangkan sektor ekonomi syariah.
“Mulai dari industri halal, keuangan syariah, pemberdayaan pesantren, hingga pengembangan zakat dan wakaf produktif,” ujar Destry dalam sambutannya.
FESyar Bukan Sekadar Pameran
Destry menegaskan bahwa FESyar hadir sebagai wadah implementasi kebijakan yang mempertemukan berbagai pihak dalam satu ekosistem terintegrasi. Ia menyebutkan pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, pesantren, pemerintah, regulator, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian dari ajang ini.
“FESyar bukan sekadar pameran, melainkan wadah implementasi kebijakan yang mempertemukan pelaku usaha, pembiayaan, pasar, pesantren, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi,” kata Destry.
Peluang Indonesia di Pasar Ekonomi Syariah Global
Di tengah dinamika ekonomi global, Destry menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) diprakirakan tetap kuat pada 2025–2026.
Hal ini didukung meningkatnya permintaan produk halal serta berkembangnya industri halal dunia. Aset industri keuangan syariah global juga terus meningkat dan diproyeksikan mencapai sekitar USD9,72 triliun pada tahun 2029.
Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah global. FESyar Sumatera 2026 menjadi salah satu rangkaian strategis menuju ISEF 2026.