PALEMBANG — Sayuran segar yang dulu harus dibeli di pasar, kini dipanen langsung dari pekarangan. Di Kelurahan Kemang Agung, Kota Palembang, ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Hidroponik binaan Pertamina Patra Niaga mulai menikmati hasil kebun sendiri sekaligus meraup tambahan penghasilan.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dirintis sejak 2020 ini sempat vakum dan kembali diaktifkan pada 2025. Kali ini, penguatan kapasitas menjadi fokus utama. Pertamina mempertemukan 15 anggota KUB dari RW 04 dan RW 02 dengan mahasiswa Jurusan Agribisnis Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam sesi sharing knowledge, Senin (13/7).
Belajar Bibit hingga Pembukuan Sederhana
Dalam pertemuan itu, peserta tak hanya diajari teknik penyemaian dan pembibitan sayuran hidroponik seperti pakcoy, selada, kangkung, dan sawi. Mahasiswa Unsri juga memberikan materi pengemasan produk dan pencatatan keuangan sederhana. Tujuannya, agar tata kelola usaha kelompok lebih rapi dan berkelanjutan.
Salah satu kelompok binaan, KUB Hidroponik RW 04 RT 18 yang beranggotakan 11 orang, kini mengelola 300 lubang tanam. Setiap bulan, mereka memproduksi sekitar 15 kilogram sayuran. Hasil panen tak hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga dijual ke tetangga dan warga sekitar.
Dari Konsumen Rumah Tangga Jadi Produsen Lokal
Ketua KUB Hidroponik RW 04 RT 18, Yulaila, mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru. “Kami belajar tidak hanya teknik budidaya, tetapi juga cara mengelola usaha dengan lebih baik. Ilmu yang kami peroleh akan kami bagikan kepada kelompok lain agar hidroponik di Kemang Agung dapat berkembang bersama,” ujarnya.
Anisa, mahasiswa Agribisnis Unsri yang terlibat dalam pendampingan, menilai diskusi dengan para ibu berjalan sangat aktif. “Kami senang bisa berbagi sekaligus belajar bersama ibu-ibu mitra binaan Pertamina. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas,” katanya.
Target: Kelompok Mandiri dan Jadi Penggerak
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa pemberdayaan tak cukup hanya dengan memberi sarana. “Kami ingin kelompok binaan tidak hanya mampu mengelola usaha hidroponik, tetapi juga menjadi penggerak yang dapat berbagi pengetahuan kepada kelompok lainnya,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pertamina mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal melalui penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.