SUMATERA SELATAN — Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengonfirmasi ketiga korban tewas terdiri dari dua warga Desa Narasaosina dan satu warga Desa Waeburak. Satu jenazah, seorang pria berusia sekitar 60 tahun asal Desa Narasaosina, diduga tewas akibat dibacok dan sempat tergeletak di jalan raya Waiburak, tepat di depan Masjid Waiburak, hingga pukul 14.00 WITA.
Negosiasi Evakuasi dan Penjagaan Ketat
"Jenazah sudah (berhasil) dibawa ke Rumah Sakit Pratama," ujar Adhitya saat dikonfirmasi, Sabtu sore. Ia menjelaskan bahwa mobil ambulans dan tenaga medis sebenarnya sudah berada di lokasi, namun massa menghalangi proses evakuasi. Setelah dilakukan negosiasi yang melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat, massa akhirnya mengizinkan jenazah dibawa ke rumah sakit.
Dari tiga korban, dua jenazah telah berada di pihak keluarga masing-masing. Satu jenazah yang masih tertahan di rumah sakit kini tengah menunggu peti jenazah untuk diserahkan kepada keluarga oleh Forkopimda. Proses identifikasi dan visum et repertum (VER) tengah dilakukan di kamar jenazah Rumah Sakit Pratama Adonara.
Bentrok Antar-Dusun dan Penambahan Personel Brimob
Bentrokan berdarah ini melibatkan pemuda dari Dusun Lewonara, Desa Narasosina, dan Dusun Bele, Desa Waeburak. Hingga Sabtu malam, penyebab keributan masih dalam penyelidikan aparat. Situasi di lokasi kejadian berangsur pulih, dengan massa mulai kembali ke rumah masing-masing.
Meski demikian, puluhan aparat keamanan gabungan TNI dan Polri bersenjata lengkap masih berjaga di titik rawan. Komandan Satuan Brimob Polda NTT, Kombes Afrizal Asri, menyatakan 32 personel Brimob dari Maumere tengah digeser menuju Adonara untuk memperkuat pengamanan. "Ada 32 orang yang sedang digeser ke Adonara," kata Afrizal.