PALEMBANG — Rapat Koordinasi Penanganan Transportasi di Kota Palembang digelar pada Rabu (15/7) lalu. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan sistem transportasi umum di kota itu perlu dibenahi agar lebih tertata.
Pembahasan dalam forum tersebut difokuskan pada sejumlah isu krusial. Salah satunya adalah pengembangan layanan feeder yang terintegrasi dengan moda raya terpadu (LRT) yang sudah beroperasi di Palembang.
Integrasi Antarmoda Jadi Kunci
Pemkot Palembang menilai integrasi antarmoda transportasi menjadi kunci utama untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum. Langkah ini sekaligus diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan kota.
"Sistem transportasi umum yang ada di Kota Palembang ini perlu dibenahi agar lebih tertata," kata Isnaini Madani di Palembang, Kamis.
Selain pengembangan feeder LRT, rapat koordinasi itu juga membahas peningkatan pelayanan angkutan umum dan skema subsidi transportasi. Skema subsidi dinilai penting untuk mendorong warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Masukan dari Pemerhati hingga Akademisi
Pemkot Palembang tidak bekerja sendiri. Untuk tahap awal penataan, berbagai pihak diundang memberikan masukan, mulai dari pemerhati transportasi umum, akademisi, penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sumsel, pengamat perkotaan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Seluruh pihak diminta bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan transportasi yang dihadapi Kota Palembang," ujar Isnaini Madani.
Menurutnya, permasalahan transportasi di Palembang membutuhkan solusi yang disusun secara kolaboratif. Pelibatan seluruh elemen yang memiliki kompetensi di bidangnya menjadi syarat mutlak.
Optimisme Dinas Perhubungan
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Heriyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan masukan dan gagasan konstruktif. Ia berharap hasil koordinasi tersebut menjadi landasan dalam menyusun kebijakan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
"Kami optimistis dapat menghadirkan sistem transportasi umum yang lebih terintegrasi, efisien, mudah diakses, serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa transportasi di Kota Palembang," ujar Heriyanto.
Pembenahan sistem transportasi ini juga dinilai mendukung pembangunan transportasi yang berkelanjutan di Palembang. Rapat koordinasi menjadi langkah awal sebelum kebijakan konkret dirumuskan dan diterapkan di lapangan.