SUMATERA SELATAN — Menjelang tahun ajaran baru, pasar laptop entry-level kembali diramaikan dengan beberapa penawaran menarik. Tiga perangkat dari merek ternama—HP OmniBook 3, Asus Vivobook 14, dan Dell 15—kini tersedia dengan banderol harga di bawah 600 dolar AS. Ketiganya menjalankan sistem operasi Windows 11 dan dirancang untuk menangani tugas produktivitas harian, pekerjaan sekolah, hingga proyek kreatif ringan.
HP OmniBook 3: Juara Daya Tahan Baterai
Untuk pengguna yang sering bekerja atau belajar di luar ruangan, HP OmniBook 3 menjadi pilihan paling menarik. Laptop ini dibanderol 599,99 dolar AS (sekitar Rp 9,9 juta) di Best Buy, turun dari harga asli 949,99 dolar AS.
Ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon X, perangkat ini mengklaim mampu bertahan hingga 32,25 jam dalam sekali pengisian daya. Spesifikasi lainnya mencakup RAM 16 GB, penyimpanan SSD 512 GB, layar sentuh 14 inci resolusi 1920 x 1200, serta konektivitas Wi-Fi 6E dan HDMI 2.1. Sebagai Copilot+ PC, OmniBook 3 juga siap menjalankan fitur kecerdasan buatan (AI) terbaru dari Microsoft.
Asus Vivobook 14: Paling Ringan dan Terjangkau
Jika bobot menjadi pertimbangan utama, Asus Vivobook 14 layak dilirik. Dengan berat hanya 3,28 pon (sekitar 1,48 kg), laptop ini merupakan yang paling ringan di antara ketiganya. Harganya lebih murah, yakni 548 dolar AS (sekitar Rp 9 juta).
Meski lebih ringan dan murah, spesifikasinya tetap kompetitif. Vivobook 14 menggunakan prosesor Snapdragon X yang sama dengan OmniBook 3, dipadukan dengan RAM 16 GB dan SSD PCIe 4.0 512 GB. Layarnya berukuran 14 inci dengan panel IPS resolusi 1920 x 1200, namun tanpa dukungan sentuh. Baterainya diklaim tahan hingga 29 jam. Bagi yang tidak memerlukan layar sentuh, model ini dinilai sebagai pilihan paling seimbang dari segi harga dan fitur.
Dell 15: Layar Lebih Lega, RAM Jadi Catatan
Beralih ke Dell 15, laptop ini menawarkan layar lebih luas berukuran 15,6 inci dengan refresh rate 120 Hz. Dibanderol 550 dolar AS (sekitar Rp 9,07 juta), perangkat ini ditenagai prosesor Intel Core i7-1355U generasi ke-13 dan penyimpanan SSD PCIe NVMe 512 GB.
Kelemahan utama Dell 15 terletak pada memorinya yang hanya 8 GB DDR5. Di tahun 2026, kapasitas ini dinilai kurang memadai untuk multitasking berat. Meskipun pengguna bisa melakukan upgrade ke 16 GB, biayanya akan melonjak signifikan hingga 949,99 dolar AS. Dari segi port, laptop ini cukup lengkap dengan USB-A, USB-C, HDMI, pembaca kartu SD, dan jack audio.
Rekomendasi Singkat untuk Pembaca Indonesia
Ketiga laptop ini bisa menjadi opsi bagi pengguna di Indonesia yang mencari perangkat baru melalui jalur impor pribadi atau toko online. HP OmniBook 3 cocok untuk profesional yang mobilitasnya tinggi dan membutuhkan baterai seharian penuh. Asus Vivobook 14 menjadi pilihan tepat bagi mahasiswa yang sering berpindah kelas karena bobotnya yang ringan dan harganya yang paling ekonomis. Sementara itu, Dell 15 lebih sesuai untuk pengguna yang prioritas utamanya adalah layar besar, asalkan siap dengan keterbatasan RAM bawaan.