EMPAT LAWANG — Pemerintah Kabupaten Empat Lawang kembali mengirimkan puluhan petani untuk mengikuti pelatihan budidaya kelapa sawit di Palembang. Kepala Dinas Pertanian Empat Lawang, Hendra Lezi, mengatakan program ini merupakan kloter kedua dari total 220 peserta yang berasal dari 13 kecamatan.
“Peserta didampingi lima orang penyuluh pertanian. Selain materi pelatihan, mereka juga berpeluang memperoleh bantuan sarana produksi seperti pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga alat angkut,” ujar Hendra saat melepas keberangkatan peserta.
Pelatihan Gratis, Biaya Ditanggung BPDP
Seluruh pembiayaan pelatihan yang berlangsung selama lima hari itu ditanggung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan. Tidak ada kontribusi finansial yang dibebankan kepada peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Hendra berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan oleh para petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan kelapa sawit di Empat Lawang.
Sekda: Jangan Sampai Lahan Sawah Jadi Kebun Sawit
Sekretaris Daerah Empat Lawang, Fauzan Khoiri Denin, mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius. Ia juga menekankan agar pengembangan perkebunan sawit tidak mengorbankan lahan pertanian produktif.
“Pengembangan sawit harus dilakukan pada lahan yang sesuai peruntukannya. Jangan sampai lahan sawah produktif dialihfungsikan menjadi kebun sawit karena ketahanan pangan tetap menjadi prioritas,” tegas Fauzan.
Bangun Jaringan dan Semangat Baru
Fauzan berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan teknis, tetapi juga jaringan antarpetani dan pengalaman baru yang bisa diterapkan di kampung masing-masing.
“Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Serap ilmu yang diberikan, bangun jaringan, dan manfaatkan pengalaman yang diperoleh untuk memajukan sektor perkebunan di Empat Lawang,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga disiplin dan nama baik Kabupaten Empat Lawang selama mengikuti pelatihan di Palembang. “Kami berharap seluruh peserta berangkat dan kembali dalam keadaan lengkap dengan membawa ilmu, pengalaman, dan semangat baru,” tutup Fauzan.