PALEMBANG — Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyerahkan penghargaan kepada Bank Sampah Indonesia Legacy, mitra binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB). Penghargaan itu diberikan atas pelaksanaan program yang memungkinkan siswa membayar SPP dengan menyetor sampah organik dari rumah.
General Manager PLN UID S2JB Diksi Erfani Umar mengatakan penghargaan ini menjadi pengakuan atas model pemberdayaan yang menggabungkan pengelolaan lingkungan, pendidikan, dan ketahanan pangan dalam satu ekosistem. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan menghasilkan dampak berkelanjutan ketika masyarakat menjadi pelaku utama perubahan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu.
Skema Bayar SPP: Setor Sampah, Bebas Biaya Sekolah
Melalui program ini, siswa cukup menyetorkan sampah organik dari rumah sebagai pengganti biaya pendidikan. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi kompos, Nutrisi Organik Cair (NOC), dan barang bernilai guna. Hasil penjualan produk olahan itu digunakan untuk mendukung operasional pendidikan para siswa.
Sejak diluncurkan pada 2025, program ini telah melibatkan sekitar 150 kepala keluarga. Selain membantu 153 siswa tetap mengenyam pendidikan, skema ini juga mengurangi ratusan kilogram sampah organik yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir.
Dari Sampah ke Pangan: Program Santri Mandiri
Program Bayar SPP dengan Sampah dipadukan dengan Program Santri Mandiri Pangan. Para santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dibekali keterampilan memproduksi pangan secara mandiri melalui pemanfaatan pupuk organik hasil pengolahan sampah.
Direktur Qur'anic Farm Indonesia, Denny Satria Mandala Putera, menambahkan bahwa penghargaan dari Pemkot Palembang merupakan apresiasi bagi seluruh masyarakat, relawan, guru, santri, dan para mitra. “Sejak awal kami percaya bahwa sampah bukan sekedar persoalan lingkungan, tetapi pintu masuk untuk menyelesaikan persoalan sosial,” kata dia.
PLN Perluas Dukungan: Sampah Plastik Jadi Bahan Bangunan
Keberhasilan program ini tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan PLN UID S2JB melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sejak 2025, PLN mendukung penguatan kapasitas Bank Sampah Indonesia Legacy melalui pembangunan fasilitas pengolahan, penyediaan peralatan operasional, dan pelatihan sumber daya manusia.
Pada 2026, dukungan diperluas melalui Program Energi dari Sampah Terangi Pendidikan Negeri. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah plastik menjadi produk konstruksi ramah lingkungan seperti paving block, batu bata plastik, dan genteng. Hasilnya akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan sarana pendidikan.
Program tersebut juga mencakup pengembangan Gerobak Listrik Sampah (GELIS), perluasan area pengolahan, serta peningkatan kompetensi pengelola. Denny menambahkan, program ini kini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga berkembang sebagai pusat edukasi lingkungan, penguatan ketahanan pangan, dan pembiayaan pendidikan yang mulai menarik perhatian berbagai sekolah, komunitas, hingga perusahaan untuk direplikasi.