Pencarian

Telkom Tuntaskan Pemangkasan 10 Anak Usaha, Divestasi Klinik hingga Likuidasi demi Efisiensi

Selasa, 07 Juli 2026 • 09:34:31 WIB
Telkom Tuntaskan Pemangkasan 10 Anak Usaha, Divestasi Klinik hingga Likuidasi demi Efisiensi
Telkom menyelesaikan pemangkasan 10 anak usaha untuk efisiensi grup.

SUMATERA SELATAN — Manajemen Telkom tidak merinci satu per satu nama anak usaha yang dipangkas. Namun, dari informasi yang beredar, beberapa entitas yang dilepas antara lain PT AdMedika dan PT Telkomedika, yang keduanya dijual ke Fullerton Health. Dua lainnya adalah PT Citra Sari Makmur dan PT Omni Inovasi Indonesia.

Proses streamlining dilakukan lewat tiga skema: divestasi, merger, dan likuidasi. Tujuannya jelas — membuat struktur grup lebih ramping, menghilangkan tumpang tindih bisnis, dan mempertajam peran masing-masing entitas.

Dampak Restrukturisasi: dari Operating Holding ke Strategic Holding

Ini bukan sekadar pemangkasan jumlah entitas. Langkah ini menjadi fondasi bagi pergeseran model bisnis Telkom dari operating holding menjadi strategic holding. Dalam struktur baru, Telkom sebagai HoldCo akan fokus mengelola portofolio, tata kelola, sinergi, dan optimalisasi nilai antar segmen.

Sementara itu, aktivitas operasional harian dijalankan oleh OpCo yang lebih spesifik: segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business. Pembagian ini diharapkan menajamkan fokus bisnis dan mempercepat eksekusi di lapangan.

Efisiensi Belanja Modal dan Fokus ke Bisnis Inti

Streamlining adalah salah satu dari empat pilar strategi transformasi TLKM 30. Melalui inisiatif ini, Telkom menciptakan efisiensi operasional sekaligus mengalihkan belanja modal (capex) ke pengembangan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.

Artinya, dana yang sebelumnya terserap untuk mengelola anak usaha non-inti kini bisa direalokasikan ke infrastruktur jaringan, pusat data, atau layanan digital yang punya prospek pertumbuhan lebih tinggi.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham TLKM?

Bagi investor, langkah ini lazim dibaca positif dalam jangka menengah. Struktur yang lebih ramping biasanya berarti biaya operasional lebih rendah, alokasi modal lebih efisien, dan potensi margin laba yang lebih sehat.

Namun, efek jangka pendek bisa bergantung pada seberapa besar kontribusi pendapatan dari anak usaha yang dilepas. Jika anak-anak usaha tersebut merugi atau marginnya tipis, divestasi justru akan memperbaiki kualitas laba konsolidasi.

Investasi mengandung risiko. Pemegang saham disarankan mencermati laporan keuangan kuartal berikutnya untuk melihat dampak nyata restrukturisasi terhadap pendapatan dan laba bersih TLKM.

Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks