SUMATERA SELATAN — Anycubic Kobra 4 Combo hadir sebagai pembaruan dari Kobra 3 Combo yang dirilis tahun lalu, atau versi lebih kecil dari Kobra 3 Max. Printer 3D ini menyasar pengguna pemula dengan budget terbatas, dibanderol 379 dolar AS untuk paket combo empat warna dan 279 dolar AS untuk versi satu warna. Menariknya, harga ini identik dengan Kobra X yang kami review pada Februari lalu — printer yang justru dianggap sebagai lompatan besar berkat sistem switcher filament terintegrasi di toolhead.
Desain dan Kemudahan Perakitan
Dari segi estetika, Kobra 4 Combo mengadopsi gaya kompetitor dengan rangka aluminium brushed dan basis plastik pucat yang mengingatkan pada Bambu Lab A1. Printer ini tiba dalam kondisi hampir terpasang penuh. Perakitan hanya melibatkan pelepasan baut pengaman dan pemasangan toolhead serta wiper pembersih.
Unit review kami merupakan versi produksi awal yang tidak menyertakan spool holder tunggal. Kami meminjamnya dari Kobra X untuk menjalankan filament TPU. Koneksi ke ACE Pro 2 dilakukan melalui empat tabung Bowden dan kabel sinyal, dengan masing-masing perangkat membutuhkan kabel daya sendiri.
Sistem Multi-Material ACE Pro 2: Lebih Baik, Tapi Belum Sempurna
Peningkatan terbesar ada pada ACE Pro 2 yang kini memiliki feeder individu untuk setiap filament — mirip sistem Bambu Lab AMS. Proses pemuatan filament jadi lebih mudah: cukup masukkan filament ke feeder, dan printer akan menyedotnya secara otomatis. Ini perbaikan besar dari generasi ACE sebelumnya yang sering gagal dalam beberapa percobaan.
Namun, proses pergantian filament masih lambat. Kami menduga ini bisa dipercepat dengan pembaruan firmware di masa mendatang. Kabar baiknya, ACE Pro 2 bisa berfungsi ganda sebagai pengering filament — fitur yang sangat berguna untuk material PETG yang sensitif terhadap kelembaban.
Sayangnya, printer ini tidak bisa menjalankan TPU melalui ACE Pro 2, bahkan dengan filament yang diklaim "made for AMS". Solusinya: gunakan spool holder eksternal dan masukkan filament langsung ke extruder. Kami berhasil menjalankan TPU dengan kekerasan hingga 83A shore tanpa masalah berarti.
Performa Cetak dan Kualitas Hasil
Anycubic Kobra 4 Combo dibekali leveling tempat tidur otomatis dan kompensasi getaran yang mumpuni. Kalibrasi awal mencakup PID tuning, resonance testing, leveling, dan noise cancellation. Printer ini juga menawarkan leveling di awal setiap cetakan.
Dalam pengujian PLA, sepasang model Gecko tercetak dalam 5 jam 9 menit di ketebalan lapisan 0,2 mm dengan kecepatan rata-rata 160 mm/detik. Sayangnya, karena bug software, kalkulasi limbah filament di slicer masih tidak akurat — masalah yang sudah ada sejak Kobra X.
Untuk PETG, kami mencetak bola PentaClick dari Prusament Yellow Gold PETG. Hasilnya mulus dengan engsel print-in-place yang berfungsi sempurna, tanpa tanda overextrusion. Sementara untuk TPU lembut 83A, ban mobil RC tercetak hampir sempurna tanpa stringing sama sekali dalam 1 jam 35 menit.
Kamera dan Fitur Pintar
Kobra 4 Combo dilengkapi kamera 720p untuk monitoring dari PC dan aplikasi Anycubic. Kualitasnya cukup untuk memantau cetakan, tapi kurang ideal untuk time-lapse. Kamera juga mendukung deteksi spaghetti berbasis AI yang bekerja tanpa terlalu sensitif — nilai plus untuk mencegah kegagalan cetak.
Sayangnya, sudut kamera masih menjadi masalah umum pada printer tipe bed slinger karena penempatannya di sumbu Z. Ini membatasi pandangan optimal ke area cetak.
Kesimpulan: Untuk Siapa Printer Ini?
Anycubic Kobra 4 Combo adalah peningkatan bertahap dari Kobra 3 Combo, bukan lompatan revolusioner. Printer ini menawarkan pengalaman siap pakai yang baik untuk pemula, dengan kualitas cetak yang solid dan sistem multi-material yang lebih baik dari pendahulunya.
Namun, Kobra 4 Combo tidak bisa menggeser Kobra X sebagai printer 3D budget terbaik pilihan kami. Dengan selisih harga hanya 20 dolar dari Bambu Lab A1 yang memiliki ekosistem lebih matang, dan 10 dolar lebih murah dari Creality SparkX i7 Combo (pilihan terbaik untuk pemula), Kobra 4 Combo hanya kami rekomendasikan jika Anda benar-benar membutuhkan solusi pengering filament all-in-one.
Untuk pengguna Indonesia yang baru terjun ke dunia 3D printing, pertimbangkan dulu kebutuhan Anda: jika prioritas utama adalah efisiensi ruang dan kemudahan multi-material, Kobra X masih jadi pilihan lebih cerdas. Tapi jika fitur pengering filament terintegrasi adalah keharusan — misalnya untuk cetakan PETG dalam jumlah banyak — Kobra 4 Combo layak masuk daftar belanja.