SUMATERA SELATAN — Korban jiwa teridentifikasi sebagai Francesca Valentino, perempuan berusia 46 tahun dari Italia. Selain satu korban tewas, tiga orang lainnya dilarikan ke fasilitas medis dan enam orang mendapat perawatan di lokasi kejadian. Pusat Operasi Darurat (COE) Dominika menyebut para korban terdiri dari tamu hotel, pengunjung, dan petugas tanggap darurat yang sempat kewalahan menjinakkan si jago merah.
Atap Daun Palem dan Angin Jadi Biang Kerok
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi di atas garis pantai Karibia. Dalam pernyataan resmi, COE Dominika menjelaskan api menyebar begitu cepat karena material atap yang terbuat dari daun palem sangat mudah terbakar dan kondisi angin saat kejadian cukup kencang. "Pengamatan awal menunjukkan bahwa api menyebar dengan cepat karena sifat mudah terbakar dari bagian struktur atap yang terbuat dari daun palem, serta kondisi angin," tulis COE dalam pernyataannya.
Hotel Terdekat Tampung Ribuan Tamu yang Mengungsi
Seluruh tamu yang dievakuasi telah dipindahkan ke hotel-hotel terdekat. Meski insiden ini menghebohkan, COE menegaskan aktivitas wisata di Bayahibe dan sekitarnya tetap berlangsung normal. "Aktivitas wisata di Bayahibe dan sekitarnya tetap tidak terpengaruh dan terus berlangsung dengan aman seperti biasa," lanjut pernyataan COE.
Wyndham Hotels and Resorts, perusahaan induk yang mengelola resor tersebut dan memiliki sekitar 8.400 hotel waralaba di seluruh dunia, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar pasca-insiden hingga berita ini ditulis.
Dominika, Primadona Wisata Karibia yang Sedang Padat
Republik Dominika merupakan salah satu tujuan wisata utama di kawasan Karibia, terkenal dengan air jernih dan pantai berpasir putihnya. Negara ini mencatatkan angka kunjungan yang tinggi, yakni sekitar 5,6 juta pengunjung dalam lima bulan pertama tahun ini. Kebakaran besar ini terjadi di tengah tingginya arus wisatawan yang memadati resor-resor di pesisir selatan negara tersebut.