Ketua PD PFI Sumsel, H M Affan Prapanca, menyebut festival ini hasil kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang. Panitia menyiapkan sederet kegiatan: pemilihan Duta Filateli Sumsel, lomba menulis pos untuk Wali Kota, lomba melukis presiden, hingga workshop dan sosialisasi filateli. Pengunjung juga bisa menikmati bazar benda filateli, bazar kuliner tradisional Sumsel, dan pertunjukan seni budaya.
Filateli: Hobi Koleksi Benda Pos yang Kembali Digaungkan
“Melalui kegiatan ini, kita mengenalkan kembali filateli—prangko, kartu pos, surat naskah lama, sampul hari pertama, dan benda pos lainnya,” ujar Affan dalam sambutannya. Ia berharap edukasi lewat benda sejarah ini menumbuhkan minat anak-anak memahami sejarah. Menurut Affan yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, filateli adalah hobi mengoleksi benda bersejarah, khususnya barang-barang dari Pos Indonesia.
“Semoga muncul anak-anak di Palembang dan Sumsel yang semakin peka, memahami, dan menghargai nilai sejarah dan budaya,” harap Affan.
Koleksi Tertua: Kartu Pos dari Belanda Tahun 1933
Sekjen PD PFI Sumsel, Abdullah Fadli, menambahkan benda-benda pos yang dipamerkan berasal dari kolektor nasional dan internasional. Koleksi tertua adalah kartu pos pengiriman dari Belanda ke Bandung pada tahun 1933. “Kepada masyarakat Palembang dan Sumsel yang selama ini bingung mau ke mana, ayo bergabung. PFI kembali eksis di Sumsel,” ajak Fadli.
Manfaatkan Momen HUT Kota untuk Pendidikan Sejarah
Sebelumnya, PFI Sumsel juga menggelar lomba cerdas cermat antara anak SD dan SMP se-Kota Palembang. “Kami memanfaatkan event HUT Kota Palembang dengan kegiatan bertema pendidikan,” ungkap Affan. Festival ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan minat koleksi filateli di Sumatera Selatan.