SUMATERA SELATAN — Mitsubishi Eclipse generasi kedua, khususnya versi GS-T Spyder, mulai naik daun di kalangan kolektor global. Unit 1997 yang dijual lewat iklan pribadi di Amerika Serikat ini menarik perhatian karena kondisinya nyaris orisinal. Hanya tiga ubahan signifikan: head unit Pioneer aftermarket double-DIN, pelek aftermarket dari Eclipse 2006, dan peredam kejut coilover yang lebih rendah. Seluruh komponen orisinal ikut disertakan dalam penjualan.
Mesin 4G63T Bertenaga 210 dk dengan Transmisi Manual
Di balik kap merah "Arrest-Me Red", tersemat mesin 2.0 liter DOHC 4G63T turbocharged yang menghasilkan 210 tenaga kuda. Mesin legendaris ini dipadukan transmisi manual 5-percepatan yang langsung menggerakkan roda depan. Berbeda versi coupe yang bisa mendapat penggerak semua roda (AWD), Spyder hanya tersedia dalam konfigurasi front-wheel drive. Posisi mesin pun terbalik dari konvensi umum—intake di sisi kiri, exhaust di kanan—ciri khas Mitsubishi era 90-an.
Jarak tempuh baru 67.400 mil atau sekitar 108.000 km tergolong rendah untuk mobil berusia 27 tahun. Namun, usia komponen karet dan timing belt tetap menjadi kekhawatiran. Penjual mengklaim timing belt dan komponen terkait sudah diperbarui. Pembeli disarankan melakukan verifikasi mandiri, mengingat mesin ini bertipe interference—kerusakan timing belt bisa berakibat fatal pada katup dan piston.
Dibangun di Pabrik Normal, Illinois, Kini Jadi Basis Rivian
Eclipse ini lahir dari pabrik Diamond Star Motors di Normal, Illinois—usaha patungan Mitsubishi dan Chrysler yang tutup pada 2015. Kini, pabrik yang sama memproduksi Rivian R2, SUV listrik yang mendapat sambutan positif. Menariknya, Eclipse Spyder ini tidak mengalami modifikasi berat seperti kebanyakan unit seumuran yang kerap dijadikan mobil balap sirkuit atau dibiarkan berkarat. Cat dan interior kulit abu-abu disebut masih dalam kondisi baik, meski beberapa foto dalam iklan terlihat kurang profesional.
Harga Rp 344 Juta: Wajar untuk Kondisi Langka?
Harga US$ 21.500 atau sekitar Rp 344 juta (kurs Rp 16.000) menempatkan Eclipse ini di posisi premium untuk pasar mobil bekas Jepang era 90-an. Sebagai perbandingan, Honda NSX, Toyota Supra, atau Mazda RX-7 di kondisi setara bisa menembus harga dua kali lipat. Namun, Eclipse tidak memiliki basis penggemar sebesar rival sekelasnya. Keunikan sebagai Spyder konvertibel dan kondisi hampir standar menjadi daya tawar utama. Satu catatan: pelek standar yang dilapis krom dinilai kurang sedap dipandang, namun set kedua dari Eclipse 2006 yang lebih modern ikut disertakan.
Bagi penggemar Mitsubishi atau kolektor mobil Jepang 90-an, unit ini bisa menjadi incaran. Calon pembeli harus siap dengan biaya perawatan komponen usia dan potensi kesulitan mencari suku cadang di Indonesia. Pasar mobil bekas Jepang lawas di Tanah Air memang tengah bergairah, tetapi Eclipse tetap tergolong niche.