Pencarian

BPBD Sumsel Butuh Tambahan 4 Helikopter Water Bombing Jelang Puncak Kemarau Juli-Agustus 2026

Jumat, 19 Juni 2026 • 12:02:01 WIB
BPBD Sumsel Butuh Tambahan 4 Helikopter Water Bombing Jelang Puncak Kemarau Juli-Agustus 2026
BPBD Sumsel mengajukan penambahan empat helikopter water bombing untuk antisipasi karhutla puncak kemarau 2026.

PALEMBANG — Empat unit helikopter water bombing tambahan diusulkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Usulan ini diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyusul proyeksi puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus 2026.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, saat ini baru enam unit armada udara yang siaga. Rinciannya, dua helikopter patroli dan empat helikopter water bombing.

"Secara keseluruhan Sumsel membutuhkan dua helikopter patroli udara dan delapan helikopter water bombing untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla," kata Sudirman di Palembang, Kamis.

Mengapa Armada Udara Jadi Kunci Pemadaman?

Pengalaman penanganan karhutla tahun-tahun sebelumnya menunjukkan, wilayah rawan kebakaran di Sumsel kerap sulit dijangkau jalur darat. Akses terbatas membuat kendaraan dan personel darat tidak bisa bergerak cepat.

"Keberadaan armada udara menjadi faktor penting dalam upaya pemadaman," ujar Sudirman.

Helikopter water bombing dinilai efektif tidak hanya mempercepat pemadaman, tetapi juga menekan potensi meluasnya api ke kawasan rawan lainnya. Tambahan empat unit diusulkan untuk mempercepat respons saat kemarau puncak.

Realisasi Bergantung Kondisi di Lapangan

Meski sudah diusulkan, realisasi penambahan armada tetap menyesuaikan perkembangan karhutla di Sumsel dan arahan BNPB. "Penambahan helikopter water bombing ini sesuai petunjuk BNPB, namun tetap bergantung pada kondisi karhutla di Sumsel," kata Sudirman.

Pemerintah Provinsi Sumsel telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 22 April 2026 hingga 30 November 2026. Langkah ini sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dari tahun sebelumnya.

Pencegahan Tetap Jadi Prioritas

BPBD Sumsel mengimbau masyarakat dan perusahaan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik ini berisiko memicu kebakaran yang lebih luas saat kondisi cuaca ekstrem.

"Pencegahan tetap menjadi langkah utama agar kejadian karhutla dapat diminimalkan," tegas Sudirman.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks