OGAN ILIR — Jembatan Ketapang II di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kembali mengalami kerusakan parah. Pagar pengaman jembatan ambruk dan plat lantai terkelupas dengan ujung besi tajam yang mencuat, membuat pengendara terjebak di antara dua bahaya.
Insiden ambruknya pagar terjadi pada Minggu (24/5/2026) sore. Warga setempat menduga kejadian ini dipicu amblesnya tanah tumpuan pada salah satu tiang bentang pagar, sehingga besi pengaman terlepas dari struktur utama jembatan sepanjang 20 meter yang berada di ruas jalan provinsi itu.
Dilematis di Atas Jembatan: Takut Nyebur atau Bocor Ban
Seorang warga bernama Bima yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengaku khawatir melintasi jembatan. Ia menggambarkan situasi yang membuat pengendara serba salah.
“Mobil takut melaju terlalu pinggir, karena bisa nyebur ke sungai (akibat pagar ambruk). Tapi kalau agak ke tengah, ban bisa bocor tertusuk plat lantai yang tajam,” ujar Bima saat ditemui di lokasi, Senin (25/5/2026) pagi.
Ini Kali Ketiga Jembatan Alami Kerusakan Parah
Warga lainnya, Junaidi, mengungkapkan bahwa ini merupakan kali ketiga Jembatan Ketapang II mengalami kerusakan parah. Berdasarkan catatan warga, jembatan penghubung antarkecamatan ini pernah jebol sebanyak dua kali pada tahun lalu, tepatnya pada Januari dan Juni 2025.
Pada insiden pertama di tahun 2025, kerusakan jembatan bahkan sempat memakan korban materiil. Dua unit mobil mengalami ban tersangkut, dan satu unit sepeda motor terperosok hingga tercebur ke dalam sungai akibat lubang pada plat lantai yang jebol.
Kewenangan Perbaikan Berada di Tangan Pemprov Sumsel
Menanggapi keluhan warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir menegaskan bahwa wewenang perbaikan infrastruktur tersebut berada di bawah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala Dinas PUPR Ogan Ilir, H. Ruslan, menjelaskan bahwa jembatan di Ketapang II memang sudah beberapa kali mendapatkan tindakan perbaikan. Namun, karena statusnya berada di jalur utama daerah, penanganan permanen harus dilakukan oleh instansi tingkat provinsi.
“Karena merupakan ruas jalan provinsi, maka perbaikan jembatan dilakukan oleh Dinas PUBMTR (Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang) Provinsi Sumsel,” terang Ruslan, Senin (25/5/2026).
Apa Saja Potensi Bahaya yang Mengancam Pengendara?
Selain pagar ambruk dan plat lantai terkelupas, warga setempat khawatir akan sejumlah risiko fatal jika jembatan tidak segera diperbaiki. Beberapa ancaman yang mereka identifikasi antara lain:
- Luka akibat besi tajam: Plat lantai yang terkelupas dengan ujung potongan besi mencuat bisa menyebabkan pengendara sepeda motor cedera atau terjatuh.
- Lubang besar di tengah jembatan: Lubang yang muncul akibat kerusakan dapat mengakibatkan kendaraan terperosok, terutama bagi pengendara sepeda motor.
- Keruntuhan struktur total: Jika kerusakan dibiarkan semakin parah, jembatan dikhawatirkan bisa runtuh sepenuhnya dan membahayakan nyawa pengguna jalan.
Harapan Warga: Perbaikan Permanen dan Rambu Peringatan
Meskipun perbaikan sementara telah dilakukan, warga masih merasa kurang puas. Mereka berharap agar perbaikan jembatan dilakukan secara permanen dan cepat, mengingat jembatan ini merupakan jalur utama antarkecamatan.
Selain itu, warga juga meminta pemasangan tanda peringatan atau penjagaan di sekitar jembatan agar pengguna jalan lebih waspada. Mereka juga mendesak pihak terkait untuk memberikan informasi tentang rencana perbaikan jembatan dan perkembangan terbaru.