Pencarian

Karhutla Mulai Meluas di Sumsel, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api di Tiga Daerah

Kamis, 28 Mei 2026 • 21:13:02 WIB
Karhutla Mulai Meluas di Sumsel, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Api di Tiga Daerah
Helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan karhutla di tiga daerah Sumatera Selatan.

PALEMBANG — Tim satuan tugas gabungan di Sumatera Selatan mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang meluas di tiga daerah. Berdasarkan hasil patroli udara yang rutin dilakukan, titik api terdeteksi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Musi Banyuasin (Muba), dan Banyuasin pada Rabu (27/5/2026).

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyatakan bahwa pemadaman diprioritaskan di Muratara dan Muba karena potensi api yang membesar. "Hasil patroli udara menemukan adanya titik kebakaran di tiga wilayah Sumsel. Untuk Muratara dan Muba menjadi prioritas pemadaman karena api berpotensi membesar," ujarnya, Kamis (28/5/2026).

24 Kali Penyiraman di Muratara Berhasil Padamkan Api

Di Kabupaten Musi Banyuasin, kebakaran terjadi di wilayah Sungai Keruh dengan lahan terbakar seluas sekitar dua hektare. Helikopter water bombing dikerahkan dan melakukan 36 kali penyiraman dari udara. Namun, sebagian titik api di lokasi tersebut masih belum sepenuhnya padam. Tim satgas darat terus melakukan pendinginan dan pemantauan di area kebakaran.

Sementara itu, karhutla di wilayah Karang Dapo, Muratara, juga menghanguskan lahan seluas dua hektare. Proses pemadaman dilakukan dengan 24 kali penyiraman udara menggunakan helikopter. "Untuk karhutla di Muratara saat ini sudah berhasil dipadamkan, sedangkan kondisi di Muba masih terus dipantau," kata Sudirman.

316 Hotspot Terpantau, Jumlah Meningkat Drastis

Selain dua wilayah tersebut, kebakaran lahan juga terjadi di Banyuasin. Namun, lokasi yang terbakar merupakan area persawahan sehingga penanganan dilakukan dengan skala berbeda. BPBD Sumsel menyebut patroli udara terus dilakukan setiap hari guna memantau perkembangan titik api dan mencegah meluasnya karhutla memasuki musim kemarau.

Saat ini, Sumsel mendapat dukungan dua unit helikopter patroli dan tiga helikopter water bombing untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla. Di sisi lain, jumlah titik panas atau hotspot di Sumsel selama Mei 2026 mengalami peningkatan signifikan. Hingga 27 Mei, tercatat sebanyak 316 hotspot terpantau di berbagai wilayah Sumsel.

Jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan bulan sebelumnya. Pada April 2026, hanya tercatat 150 titik, dan pada Maret sebanyak 107 titik. Kondisi ini membuat petugas meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi karhutla yang lebih luas dalam beberapa pekan ke depan.

Berapa hektare lahan yang terbakar di Sumsel?

Sedikitnya lima hektare lahan dilaporkan terbakar di tiga daerah berbeda, yaitu Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Luas lahan terbakar di Muba dan Muratara masing-masing mencapai dua hektare.

Bagaimana cara pemadaman karhutla di Sumsel?

Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan tim darat dan udara. Helikopter water bombing melakukan penyiraman dari udara, sementara tim satgas darat melakukan pendinginan dan pemantauan di area kebakaran. Dukungan tiga helikopter water bombing dan dua helikopter patroli dikerahkan untuk operasi ini.

Mengapa jumlah hotspot di Sumsel meningkat?

Jumlah hotspot atau titik panas di Sumsel meningkat signifikan pada Mei 2026, mencapai 316 titik, naik dari 150 titik pada April dan 107 titik pada Maret. Peningkatan ini terjadi seiring dengan masuknya musim kemarau, sehingga petugas meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang lebih luas.

Bagikan
Sumber: sumsel.akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks