PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menginstruksikan Dinas Kesehatan setempat melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap penderita celah bibir dan langit-langit. Perintah itu disampaikan saat ia menghadiri Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit CSR Bank Sumsel Babel di RS Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Sumsel, Jumat (22/5/2026).
“Perlu diinventarisasi dan disisir berapa banyak pasien di Sumsel. Jangan sampai ada yang terlewat,” ujar Herman Deru dalam sambutannya.
Sumsel Urutan Kedua Kasus Tertinggi di Indonesia
Plt Direktur RSKGM Sumsel, drg. Novita Idayani, mengungkapkan bahwa celah bibir dan langit-langit merupakan kelainan bawaan lahir. Jumlah kasus di Sumsel tercatat sebagai yang tertinggi kedua secara nasional.
Pada bayi dan balita, kondisi ini menyebabkan kesulitan mengonsumsi ASI. Operasi tidak hanya memulihkan fungsi makan dan bicara, tetapi juga berdampak besar terhadap kepercayaan diri penderita.
20 Pasien Jalani Operasi, Total Bantuan Rp 234 Juta
Dari total 30 pasien yang mendaftar, sebanyak 20 orang dinyatakan memenuhi syarat menjalani operasi. Rinciannya: 3 orang dewasa, 11 balita, dan 6 bayi.
Pasien berasal dari enam daerah: Palembang 4 orang, Ogan Komering Ilir 6 orang, Musi Banyuasin 3 orang, Banyuasin 3 orang, Empat Lawang 3 orang, dan Ogan Ilir 1 orang.
Direktur Operasional BSB, Festero Mohamad Papeko, menyampaikan total bantuan bakti sosial mencapai Rp 234 juta. Sebanyak Rp 220 juta di antaranya digunakan untuk mendukung operasional operasi bagi 20 pasien.
Publikasi Program Dinilai Penting Agar Masyarakat Tahu
Herman Deru meminta seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumsel memanfaatkan momentum HUT ke-80 Sumsel untuk menghadirkan program yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menilai publikasi kegiatan juga penting agar warga mengetahui berbagai upaya pemerintah.
“Kegiatan itu dipublikasikan, sebab terkadang jika kegiatan itu tidak dipublikasikan, kita akan dianggap tidak bekerja bagi masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, RSKGM Sumsel telah mengadakan edukasi kesehatan gigi dan mulut pada 17 Mei serta bakti sosial ke panti lansia sebagai rangkaian HUT ke-80 Sumsel.