PALEMBANG — Sebanyak puluhan tenaga kependidikan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Raden Fatah Palembang mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi bertema strategi mewujudkan Zona Integritas. Acara berlangsung di Ruang Auditorium Gedung B Kampus Jakabaring pada Selasa (20/5/2026).
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kemenkum Sumsel, Bulan Mahardika Subekti, tampil sebagai narasumber. Ia juga menjabat Sekretaris Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas Kanwil Kemenkum Sumsel.
Bukan Sekadar Administrasi
Dalam paparannya, Bulan menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya soal pemenuhan dokumen administrasi. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Zona Integritas harus dibangun melalui perubahan pola pikir dan budaya kerja. Komitmen bersama menjadi kunci dalam mewujudkan organisasi yang bersih, transparan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Bulan.
Kanwil Kemenkum Sumsel sendiri telah membuktikan komitmennya. Instansi tersebut berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2021 dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada 2026.
Strategi dari Kemenkum untuk UIN Raden Fatah
Bulan memaparkan sejumlah strategi implementasi yang bisa diterapkan FST UIN Raden Fatah. Mulai dari penguatan komitmen pimpinan dan pegawai, pembangunan budaya kerja berintegritas, hingga penyusunan inovasi pelayanan publik.
Optimalisasi teknologi informasi dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat juga masuk dalam daftar prioritas. Semua elemen ini harus berjalan beriringan agar transformasi birokrasi benar-benar terasa.
Dekan: Kami Baru Mulai, Tapi Siap
Dekan FST UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Isnaini, mengakui bahwa pihaknya masih dalam tahap awal mengenal pembangunan Zona Integritas. Namun, ia optimistis fakultasnya bisa menjadi percontohan.
“Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang saat ini baru mengenal pembangunan Zona Integritas, namun kami siap menjadi satuan kerja percontohan dan berharap implementasinya dapat berjalan dengan baik dalam mewujudkan tata kelola yang profesional dan berintegritas,” ujar Isnaini saat membuka kegiatan.
Kegiatan ini diikuti jajaran tenaga kependidikan FST UIN Raden Fatah. Mereka dibekali pemahaman tentang tata kelola kelembagaan yang profesional sebagai modal awal menuju predikat WBK dan WBBM.