PALEMBANG — Palembang Tourism Forum (PTF) Volume 3 tahun 2026 akan mengusung tema kecerdasan buatan (AI) dan pariwisata berkelanjutan, dengan target mengubah wajah sektor wisata Sumatera Selatan agar mampu bersaing di kancah global. Gubernur Sumsel Herman Deru menekankan bahwa pengembangan destinasi tidak bisa hanya mengandalkan keindahan alam, melainkan harus didukung inovasi layanan dan atraksi yang membuat wisatawan betah berlama-lama.
Tantangan Pariwisata Sumsel: Wisatawan Cepat Pergi karena Minim Atraksi Pendukung
Gubernur Herman Deru menerima audiensi Direktur Politeknik Pariwisata Palembang, Dr. Iwan Riady, di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026). Dalam pertemuan itu, ia menyoroti salah satu kelemahan utama sektor pariwisata Sumsel saat ini: kurangnya inovasi dan atraksi pendukung di setiap destinasi.
“Karena itu, harus dibuat kajian wisata yang sustainable. Jangan memaksakan destinasi yang sebenarnya tidak potensial dan hanya bersifat sesaat,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, Sumatera Selatan memiliki tantangan tersendiri karena tidak seluruh wilayah memiliki topografi wisata alam seperti daerah lain. Pengembangan pariwisata, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam, tetapi juga harus didukung layanan, atraksi, hingga pengalaman yang membuat wisatawan ingin datang kembali.
PTF 2026: Seminar Internasional dengan Narasumber dari Empat Negara
Palembang Tourism Forum Volume 3 akan digelar pada 20–21 Mei 2026 di Kampus Politeknik Pariwisata Palembang. Mengusung tema “Smart and Sustainable Tourism for Palembang: Digital Innovation and AI Solution for Tourism Destination, Integrated Smart Service, Clean Environment and Historic Experience,” forum ini merupakan seminar internasional ketiga yang diselenggarakan oleh politeknik tersebut.
Direktur Politeknik Pariwisata Palembang, Dr. Iwan Riady, menyampaikan undangan kepada Gubernur Herman Deru untuk hadir sekaligus membuka acara. Forum ini menghadirkan narasumber dari Inggris, Taiwan, Malaysia, dan Australia.
Mengapa Gubernur Dorong Pemanfaatan Teknologi AI di Sektor Wisata?
Herman Deru menilai, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan bisa menjadi solusi untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih personal dan efisien. Ia mengapresiasi pelaksanaan Palembang Tourism Forum yang dinilai mampu menghadirkan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi dalam pengembangan sektor pariwisata, khususnya di Sumatera Selatan.
“Pengembangan pariwisata harus berdampak bagi masyarakat. Jangan hanya menjadi proyek seremonial,” tegasnya.
Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret tentang integrasi smart service, kebersihan lingkungan, dan pengalaman sejarah yang dikemas secara digital agar destinasi di Sumsel mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia maupun mancanegara.