Pencarian

Kabut Asap Selimuti Palembang, Omzet Pedagang Pempek UIN Raden Fatah Anjlok Tak Cukup Tutup Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 17:31:01 WIB
Kabut Asap Selimuti Palembang, Omzet Pedagang Pempek UIN Raden Fatah Anjlok Tak Cukup Tutup Modal
Pedagang pempek di kantin UIN Raden Fatah Palembang melayani pembeli di tengah sepinya aktivitas kampus akibat kabut asap.

PALEMBANG — Yana telah berjualan pempek di kantin kampus UIN Raden Fatah Palembang selama 15 tahun. Kegiatan dagangnya selama ini bergantung pada keramaian mahasiswa dan aktivitas perkuliahan tatap muka. Belakangan, kantin tempatnya berjualan berubah sepi setelah kampus memberlakukan kuliah daring akibat kabut asap.

Sebelum kondisi tersebut, Yana biasa memperoleh omzet setidaknya Rp1 juta dalam sehari. Angka itu merupakan pendapatan kotor dari penjualan yang selama ini ia andalkan. Kini hasil penjualan bahkan tidak cukup untuk menutup modal usaha.

Omzet Rp1 Juta per Hari Kini Tak Menutup Modal

Persoalan yang dihadapi Yana bukan sekadar berkurangnya keuntungan. Pemasukan hariannya tidak lagi mampu mengimbangi biaya untuk menjalankan usaha. Ia tetap harus menyiapkan modal, sementara pembeli yang menjadi bagian penting dari pasar hariannya berkurang.

Kebijakan pembelajaran jarak jauh mengurangi keramaian yang biasanya menopang kegiatan kantin. Mahasiswa tidak datang mengikuti perkuliahan secara langsung, sehingga peluang pedagang menjajakan makanan di lingkungan kampus ikut menurun. Yana menyebut mahasiswa telah belajar daring hampir satu bulan.

Selama periode itu, sepinya kantin membuat penghasilan dari penjualan pempeknya jauh berbeda dibandingkan hari-hari ketika aktivitas kampus berjalan normal. Yana berharap kuliah tatap muka dapat kembali berlangsung dan asap segera hilang. Harapan itu berkaitan langsung dengan peluang kantin kembali ramai.

Dampak Karhutla Menjalar Jauh Melampaui Area Kebakaran

Kabut asap selama berbulan-bulan menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan, termasuk Palembang. Asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara di kawasan terdampak menjadi perhatian. Situasi ini tidak hanya mengubah suasana lingkungan, tetapi juga memengaruhi cara warga menjalankan kegiatan di luar rumah.

Kualitas udara yang buruk berdampak pada kesehatan masyarakat secara umum, meski kondisi setiap orang dapat berbeda. Kabut asap menjadi persoalan yang tidak terbatas pada pemandangan atau kenyamanan, melainkan menyangkut perlindungan warga. Informasi mengenai keadaan udara dan perkembangan karhutla penting agar masyarakat memahami situasi di sekitarnya.

Bagi pedagang, perubahan aktivitas berpotensi menekan penghasilan sementara kebutuhan untuk tetap bekerja tetap ada. Dampak ekonomi ini memperlihatkan bahwa karhutla dapat menjalar jauh melampaui area kebakaran. Warga Palembang menghadapi tantangan berlapis: menjaga kesehatan, menyesuaikan kegiatan sehari-hari, dan mempertahankan sumber penghidupan.

BNPB Perbaiki Metode Hitung Luas Karhutla via Citra Satelit

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbaiki metode penghitungan luas kebakaran hutan dan lahan dengan memanfaatkan citra satelit. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi pemantauan, sehingga informasi mengenai area terdampak dapat lebih tepat. Pemantauan oleh pihak berwenang membantu menyediakan gambaran kondisi terkini, terutama saat asap bertahan lama atau meluas ke kawasan permukiman dan pusat kegiatan.

Perhatian terhadap kualitas udara perlu berjalan beriringan dengan upaya memantau serta menangani kebakaran hutan dan lahan. Penguatan pemantauan karhutla menjadi bagian penting dari respons terhadap keadaan yang memengaruhi lingkungan, kesehatan publik, dan perekonomian warga secara bersamaan.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: patrolihukumindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks