PALEMBANG — Bantuan pemerintah pusat untuk penanganan karhutla disalurkan kepada tujuh pemerintah provinsi dan 35 pemerintah kabupaten/kota yang terdampak. Selain Sumsel, penerima meliputi Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau.
Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, yakni 7 September dan 22 Oktober 2026. Hingga bantuan tahap kedua ditransfer, rincian pembagian anggaran per daerah belum dipublikasikan.
Ketiadaan rincian membuat warga Sumsel belum bisa memastikan seberapa besar dana yang akan masuk ke provinsi mereka, di tengah kabut asap yang masih mengganggu aktivitas harian di sejumlah wilayah.
Prioritas Pertama: Kesehatan Warga Terdampak ISPA
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono menyatakan penggunaan bantuan diprioritaskan untuk melindungi masyarakat yang terdampak kebakaran dan kabut asap. Sektor kesehatan menjadi fokus utama.
Anggaran diarahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan, penyediaan rumah oksigen, serta penanganan warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap.
"Hari ini bantuan pemerintah pusat tahap kedua tersebut sudah ditransfer. Total bantuan pemerintah pusat adalah sebesar Rp1,235 triliun," kata Sugiono dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Peralatan Pemadaman hingga Sumur Bor Gambut
Setelah kebutuhan kesehatan terpenuhi, anggaran dialokasikan untuk memperkuat upaya pemadaman. Kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi alat pelindung diri (APD), pompa dan tangki air, selang pemadam, alat suntik air untuk lahan gambut, hingga pembangunan sumur bor.
Dana juga menutup biaya operasional dan mobilisasi personel di lapangan. Sekitar 71 ribu personel dikerahkan melalui operasi darat dan udara untuk menangani kebakaran.
Presiden Prabowo Subianto disebut memantau perkembangan penanganan karhutla setiap hari dan meminta bantuan diprioritaskan bagi masyarakat terdampak.
Dua Tahap Cair, Rincian per Kabupaten Kota Ditunggu
Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota penerima bantuan mencakup wilayah yang paling parah dilanda karhutla sepanjang tahun ini. Bagi Sumsel, ketidakjelasan porsi anggaran menyisakan pertanyaan soal kecepatan penanganan asap di tingkat lapangan.
Sugiono menegaskan bantuan diharapkan mempercepat penanganan tanggap darurat karhutla dan membantu masyarakat terdampak semaksimal mungkin.
"Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan tanggap darurat karhutla, kemudian membantu masyarakat yang terdampak semaksimal mungkin, dan juga merupakan wujud dari upaya keras pemerintah dalam rangka menangani kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.