PALEMBANG — Peninjauan itu membawa Gubernur ke titik pemadaman di wilayah Desa Tirto Harjo, tempat petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api. Rombongan menemui Manggala Agni Banyuasin, BKSDA Sumatera Selatan, TNI, Polri, warga, hingga pawang gajah yang berjaga siang dan malam. Karakteristik lahan gambut membuat api sulit dipadamkan dan menuntut penanganan lebih intensif dibanding lahan mineral.
Gajah Binaan dan Gajah Liar Dipastikan Tidak Terdampak Api
Herman menegaskan tidak ada gajah binaan maupun gajah liar yang terkena api atau mengalami cedera. Ketersediaan pakan bagi satwa dilindungi itu juga dipastikan tetap terjaga meski kemarau masih berlangsung.
"Alhamdulillah gajahnya tidak ada yang kena api, gajahnya tidak ada yang cidera," kata Herman Deru.
Kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan menjadi salah satu habitat penting gajah Sumatera di provinsi itu. Luas keseluruhan kawasan mencapai sekitar 80.000 hektare, dengan lebih dari 2.000 hektare di antaranya terdampak kebakaran sejak musim kemarau melanda.
Uang Semangat Rp150 Ribu per Hari untuk Petugas Pemadaman
Sebagai bentuk dukungan, Herman meminta seluruh personel yang terlibat pemadaman mengajukan insentif harian ke BPBD. Nilainya Rp150 ribu per hari, berlaku bagi Manggala Agni, TNI, Polri, maupun warga umum yang ikut memadamkan api.
"Mau Manggala Agni, TNI Polri, masyarakat umum, lapor ya ke BPBD dengan buktinya ada uang semangat itu dari Gubernur," ujarnya.
Menurut Herman, perlindungan kawasan konservasi harus berjalan beriringan dengan penanganan karhutla. Habitat yang terjaga menjadi kunci keberlangsungan populasi gajah dan satwa lain di kawasan tersebut.
Sinergi Petugas dan Warga Jadi Kunci Pengendalian Api
Herman menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang bertahan di lapangan selama musim kemarau. Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat, petugas konservasi, dan masyarakat terus diperkuat.
Dengan begitu, kebakaran dapat dikendalikan dan habitat satwa di Suaka Margasatwa Padang Sugihan tetap terlindungi. Kawasan gambut di Banyuasin menjadi salah satu titik yang paling menuntut perhatian selama periode kemarau tahun ini.