SUMATERA SELATAN — Barcelona membayar €22 juta plus add-ons untuk Karim Adeyemi dari Borussia Dortmund, dan penyerang 24 tahun itu langsung menunjukkan nilainya dalam kemenangan 7-2 atas Racing Santander. Ia tidak mencetak gol, tapi melepaskan delapan tembakan, enam dribel sukses, dan satu assist untuk Lamine Yamal.
Keputusan Deco mendatangkan Karim Adeyemi pada awal musim 2026/2027 sempat dipertanyakan. Penyerang asal Jerman itu datang setelah empat musim naik-turun bersama Borussia Dortmund, dengan label pemain yang potensinya belum sepenuhnya terwujud.
Namun laga kontra Racing Santander memberi gambaran berbeda. Adeyemi tampil dominan meski tidak masuk daftar pencetak gol, menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan sepanjang pertandingan.
Statistik yang Tidak Terlihat di Papan Skor
Delapan tembakan dilepaskan Adeyemi ke gawang Racing Santander. Ia juga mencatat enam dribel sukses, menciptakan empat peluang, melakukan lima ball recovery, dan mendapatkan dua penalti.
Kontribusi paling terasa datang menjelang laga berakhir. Adeyemi memanfaatkan kecepatannya untuk menusuk pertahanan lawan sebelum melepas umpan kepada Lamine Yamal, yang menyelesaikan gol ketujuh Barcelona.
- 8 tembakan
- 6 dribel sukses
- 4 peluang tercipta
- 5 ball recovery
- 2 penalti didapat
- 1 assist
Mengapa Deco Berani Pasang Taruhan
Adeyemi bukan nama baru di sepak bola Eropa. Saat memperkuat RB Salzburg, ia sempat dijuluki sebagai salah satu prospek paling menarik di benua itu. Dortmund kemudian merekrutnya, tapi konsistensinya tidak pernah benar-benar stabil.
Selama 146 laga bersama Dortmund di semua kompetisi, Adeyemi mengoleksi 36 gol. Pada musim 2025/2026, ia mencetak tujuh gol dan empat assist dalam 28 penampilan Bundesliga.
Angka itu tidak buruk, hanya saja tidak cukup membuat Dortmund menolak tawaran Barcelona. Deco melihat celah di situ: pemain berusia 24 tahun dengan pengalaman Bundesliga dan Liga Champions, tapi harganya tidak mencerminkan potensi penuhnya.
Barcelona tidak perlu mencari talenta baru dari nol. Mereka hanya perlu mengembalikan kualitas yang sempat membuat Adeyemi diperhitungkan di level elite Eropa.
Kecepatan sebagai Dimensi Baru Barcelona
Senjata utama Adeyemi adalah kecepatan. Melawan Racing Santander, ia berkali-kali menerima bola dari sisi lapangan, menusuk ke tengah, dan menyerang ruang kosong yang ditinggalkan bek lawan.
Pergerakannya memaksa lini belakang Racing terus beradaptasi. Bek lawan tidak bisa hanya fokus pada penyerang tengah Barcelona, karena Adeyemi selalu memberi opsi lari di belakang.
Skema Hansi Flick memang menuntut pemain sayap yang agresif dan mampu bergerak tanpa bola. Profil Adeyemi cocok dengan kebutuhan itu, terutama ketika Barcelona menghadapi tim yang bertahan rapat.
Investasi Jangka Panjang
Barcelona mengikat Adeyemi hingga 2031 dengan biaya tetap €22 juta ditambah sejumlah add-ons. Untuk pemain yang sudah merasakan Liga Champions dan masih berusia 24 tahun, angka itu tergolong wajar di pasar transfer saat ini.
Yang perlu dibuktikan Adeyemi sekarang adalah konsistensi. Satu laga gemilang melawan Racing Santander belum cukup untuk menyimpulkan apa pun. Tapi arahnya sudah terlihat.
Jika ia mampu menjaga performa seperti ini, keputusan Deco akan tercatat sebagai salah satu pembelian paling efisien Barcelona dalam beberapa tahun terakhir. Bukan karena murah, tapi karena tepat sasaran.