SUMATERA SELATAN — Investigasi Four Corners ABC Australia menemukan kerentanan serius pada BYD Shark 6, pikap hibrida plug-in yang sistem konektivitasnya bisa diakses tanpa kata sandi. Daniel Hreszczuk dari Fortify Labs berhasil mengendalikan pintu, wiper, lampu, hingga mikrofon kabin dari jarak jauh hanya dalam dua minggu pengujian. Temuan ini memicu pertanyaan lebih besar: seberapa aman mobil listrik terkoneksi yang beredar di jalanan?
Pengujian yang dilakukan Daniel Hreszczuk, Direktur Fortify Labs, mengungkap titik akses digital pada BYD Shark 6 yang tidak dilindungi kata sandi. Selama dua minggu membedah sistem truk pikap hibrida plug-in tersebut, ia menemukan celah yang memungkinkan kontrol fungsi kendaraan dari jarak jauh tanpa perlu memaksa masuk ke sistem.
Fungsi yang berhasil dikendalikan meliputi penguncian pintu, wiper, lampu, hingga pemutaran audio dan video di layar hiburan. Hreszczuk juga bisa melacak lokasi kendaraan dan mengaktifkan mikrofon kabin untuk mendengarkan suara di dalam.
Apa Saja yang Bisa dan Tidak Bisa Diakses Peretas
Pengujian tersebut tidak sampai menembus fungsi kritis seperti rem atau kamera. Kedua sistem itu dilindungi lapisan keamanan tambahan yang tidak berhasil dilewati. Meski begitu, akses ke fungsi non-kritis tetap membuka risiko signifikan jika jatuh ke tangan yang salah.
Seorang pakar keamanan siber yang terlibat dalam investigasi menyatakan keheranannya pada ABC. "Sungguh menakutkan bahwa BYD Shark begitu rentan terhadap peretasan. Sistem yang kami eksploitasi bahkan tidak memerlukan kata sandi. Saya tidak perlu mendobrak kunci karena BYD membiarkan pintu depan terbuka," ujarnya.
Bukan Cuma BYD: Semua Mobil Terkoneksi Internet Berisiko
Hreszczuk menegaskan kerentanan ini tidak eksklusif milik BYD atau merek China lainnya. Setiap kendaraan yang dilengkapi modem seluler dan sistem konektivitas internet menyimpan risiko serupa. Jangkauannya meluas dari mobil penumpang hingga bus, mesin pertanian, dan peralatan industri pertambangan.
Artinya, masalah ini bukan sekadar kasus satu pabrikan. Ini persoalan struktural industri otomotif yang semakin mengandalkan koneksi internet untuk fitur-fitur kendaraan modern.
Implikasi untuk Konsumen Indonesia
BYD sendiri merupakan salah satu merek mobil listrik yang agresif di pasar Indonesia. Model seperti Atto 3, Seal, dan Dolphin sudah dijual resmi, dengan fitur konektivitas sebagai salah satu nilai jual utama.
Kerentanan yang ditemukan pada Shark 6 — model yang belum masuk Indonesia — seharusnya menjadi peringatan bagi konsumen untuk lebih cermat menanyakan aspek keamanan siber, bukan hanya soal jarak tempuh atau kecepatan pengisian daya.
Yang Perlu Diperhatikan
- Temuan ini berasal dari investigasi media ABC Australia, bukan dari lembaga sertifikasi independen seperti Euro NCAP atau NHTSA
- BYD belum memberikan tanggapan resmi yang dipublikasikan terkait temuan ini
- Belum ada informasi apakah kerentanan serupa ada di model BYD lain yang dijual di Indonesia
- Regulasi keamanan siber kendaraan di Indonesia masih minim dibandingkan standar Eropa
Bagi calon pembeli mobil listrik, pertanyaan soal keamanan sistem terhubung seharusnya masuk daftar cek sebelum transaksi. Bukan untuk menakuti, tapi karena kendaraan modern kini berfungsi seperti komputer beroda — dan komputer tanpa kata sandi selalu jadi target empuk.