SUMATERA SELATAN — Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh memasuki babak akhir. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memastikan keputusan final restrukturisasi utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sudah di tangan pemerintah dan bakal diumumkan dalam waktu dekat.
"Ya ini termasuk. Jadi kita berupaya menyelesaikannya, sudah ada keputusan tentunya," ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Dia menargetkan seluruh proses tuntas dalam hitungan minggu. "Tinggal, mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini akan segera beres. Sabar, kita selesaikan satu-satu," katanya.
Skema Hibah Aset dan Beban Laporan Keuangan BUMN
Dony membocorkan pola penyelesaian yang kemungkinan besar diambil. Pemerintah diproyeksikan mengambil alih aset prasarana KCIC dari konsorsium pemegang saham.
"Insya Allah kemungkinan akan dilakukan dengan pola demikian, akan dihibahkan. Karena itu, maksud saya itu satu-satu. Satu-satu kita bereskan," beber Dony.
Langkah ini menjadi krusial karena beban utang proyek tersebut telah menggerus laporan keuangan para pemegang saham. Konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang menaungi saham KAI dan WIKA di KCIC mencatatkan rugi hingga Rp 5,13 triliun pada semester I-2026.
Total liabilitas PSBI mencapai Rp 21,54 triliun, lebih tinggi dari nilai asetnya yang sebesar Rp 21,52 triliun. Dampaknya terlihat jelas pada kinerja KAI.
Meski pendapatan naik 6,6 persen menjadi Rp 17,95 triliun, laba bersih perusahaan pelat merah itu justru anjlok 73,9 persen menjadi Rp 305,3 miliar. "WIKA terbebani, mereka punya saham di KCIC. Ada tagihan dia yang juga belum di-seattle. Ini menjadi beban buat mereka," tambah Dony.
APBN Tidak Akan Terbebani
Kekhawatiran publik mengenai penggunaan uang negara untuk menutup lubang utang proyek senilai Rp 125 triliun ini pun dijawab tegas. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan skema pembiayaan yang disiapkan akan meminimalkan penggunaan APBN.
"Whoosh itu walaupun di pemerintah, tapi kita kecilkan semaksimal mungkin dana APBN yang dipakai yang bayar Whoosh, tapi dikelola oleh kami," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Meski skema detail belum diputuskan, sinyal dari Danantara dan Kementerian Keuangan menunjukkan arah yang sama: penyelesaian utang dilakukan dengan restrukturisasi aset, bukan suntikan dana segar dari kas negara. Dengan begitu, kesehatan keuangan BUMN seperti KAI dan WIKA diharapkan pulih tanpa menambah beban fiskal pemerintah.