SUMATERA SELATAN — PT MRT Jakarta memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan menjadi prioritas utama sebelum Fase 2A beroperasi. Pasokan listrik bertegangan 150 kilovolt (kV) yang nantinya diturunkan menjadi 20 kV tidak hanya berfungsi menggerakkan kereta, tetapi juga menghidupi seluruh ekosistem stasiun bawah tanah.
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menegaskan keandalan listrik menentukan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang. "Keandalan listrik memastikan seluruh ekosistem MRT dapat berjalan sesuai kebutuhan, mulai dari persinyalan, komunikasi, sistem pendingin stasiun, hingga fasilitas pendukung seperti eskalator dan lift," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8).
Empat Gardu Induk Siap Menopang Lintas Bawah Tanah
PLN menyiapkan total empat sumber pasokan untuk mendukung kebutuhan listrik MRT Jakarta. Dua gardu tambahan tersebut melengkapi Gardu Induk Pondok Indah dan CSW yang selama ini menopang operasional Fase 1.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan kesiapan infrastruktur kelistrikan ini diselaraskan dengan pengembangan transportasi massal berbasis listrik di ibu kota. "PLN siap mendukung pengembangan MRT Jakarta Fase 2A melalui pasokan listrik yang andal dan infrastruktur kelistrikan yang memadai," katanya.
Dampak bagi 20 Stasiun dan Target Operasi 2027
Fase 2A sendiri direncanakan memiliki tujuh stasiun bawah tanah dengan segmen hingga Monas ditargetkan beroperasi pada akhir 2027. Dengan tambahan pasokan ini, total 20 stasiun di lintas utara-selatan akan terlayani oleh sistem kelistrikan yang sama.
Menurut Andy, listrik menjadi bagian utama dalam operasional transportasi modern. Kesiapan pasokan harus dijaga sebelum layanan diperluas agar tidak terjadi gangguan saat kereta beroperasi di kedalaman 28 meter.
Dukungan PLN sebenarnya sudah berlangsung sejak MRT Jakarta Fase 1 beroperasi. Kini, kerja sama tersebut diperluas seiring pengembangan jalur berikutnya yang seluruhnya berada di bawah permukaan tanah.
Keandalan pasokan listrik menjadi pembeda utama antara transportasi bawah tanah dengan moda lainnya. Sistem ventilasi, pencahayaan darurat, dan pompa air di terowongan bergantung penuh pada kontinuitas daya yang stabil.
Dengan tambahan dua gardu induk ini, MRT Jakarta Fase 2A diharapkan mampu memberikan layanan yang aman dan nyaman bagi pengguna saat beroperasi penuh nanti.