MUARA ENIM — Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Muara Enim dilaporkan hilang terseret arus Sungai Enim, Senin sore. Korban bernama Gibran Farelio (12), warga Dusun Bukit Agung, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, hingga saat ini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan, peristiwa bermula saat korban mandi bersama dua temannya. Ketiganya berhanyut ke tengah sungai, namun Gibran diduga kelelahan dan tidak mampu berenang kembali ke tepi.
"Rekan-rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun korban terlebih dahulu tenggelam dan hilang dari permukaan air," kata Raymond di Palembang, Selasa.
Pencarian Melibatkan Unsur Gabungan
Kantor SAR Palembang menerima laporan pada pukul 15.55 WIB dan langsung menerjunkan satu tim rescue ke lokasi. Operasi SAR dilakukan bersama unsur gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim tanggap darurat dari PT Bukit Asam (PTBA), PT Pama, dan PT SBS.
Dalam proses pencarian, tim menerapkan metode penyisiran visual di atas permukaan air dengan luas area mencapai lima kilometer persegi. Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet dan perahu milik warga sekitar.
"Tim kami bagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sisi kanan dan kiri Sungai Enim. Jika kondisi arus, kedalaman, dan keselamatan personel memungkinkan, kami juga akan melakukan penyelaman di titik dugaan korban tenggelam," ujar Raymond.
Imbauan untuk Orang Tua dan Warga
Menyikapi insiden ini, Basarnas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai. Orang tua diminta memperketat pengawasan terhadap anak-anak agar tidak mandi atau bermain di sungai tanpa pendampingan orang dewasa.
Raymond memastikan pihaknya mengoptimalkan seluruh potensi yang ada demi memberikan kepastian bagi keluarga korban, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.