Pencarian

BTN dan BSN Salurkan Pembiayaan 67.518 Rumah Subsidi Hingga Juni 2026, Target Genjot Kepemilikan Rumah MBR

Selasa, 28 Juli 2026 • 11:56:31 WIB
BTN dan BSN Salurkan Pembiayaan 67.518 Rumah Subsidi Hingga Juni 2026, Target Genjot Kepemilikan Rumah MBR
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan pernyataan terkait penyaluran 67.518 unit rumah subsidi melalui skema FLPP hingga semester pertama 2026.

SUMATERA SELATAN — Skema yang digunakan adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), program andalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Melalui FLPP, pemerintah memberikan subsidi selisih bunga sehingga cicilan rumah tetap terjangkau bagi MBR. Hingga semester pertama 2026, BTN dan BSN menjadi motor utama penyaluran dana tersebut.

Skema FLPP: Bunga Rendah, Cicilan Tetap

FLPP memungkinkan MBR memperoleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga tetap di kisaran 5 persen per tahun selama masa tenor. BTN, sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan, mengelola mayoritas penyaluran dana ini. BSN, yang merupakan bank syariah di bawah holding BTN, melayani segmen masyarakat yang menginginkan skema pembiayaan berbasis syariah.

“Penyaluran 67.518 unit ini menunjukkan komitmen kami dalam mendukung program sejuta rumah. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan kuota FLPP terserap optimal,” ujar Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dalam keterangan resmi, Selasa (15/4).

Dampak Langsung ke Masyarakat: Rumah Layak di Tengah Tekanan Harga

Setiap unit rumah subsidi yang dibiayai memiliki harga jual maksimal Rp 200 juta, sesuai aturan pemerintah. Dengan cicilan yang flat, MBR tidak perlu khawatir kenaikan bunga acuan Bank Indonesia. Salah satu penerima manfaat, Andi (34), warga Bekasi, mengaku baru bisa memiliki rumah setelah mengakses KPR FLPP di BTN. “Cicilannya Rp 1,8 juta per bulan, lebih ringan dari ongkos kontrakan yang terus naik,” katanya.

Program ini juga mendorong pertumbuhan sektor properti di daerah. Pengembang kecil dan menengah yang membangun rumah subsidi mendapatkan kepastian pasar karena pembeli sudah memiliki akses pembiayaan.

Target dan Tantangan ke Depan

BTN menargetkan penyaluran FLPP bisa mencapai 100.000 unit pada akhir 2026. Tantangan terbesar adalah keterbatasan kuota dana FLPP dari APBN serta ketersediaan lahan di perkotaan yang harganya terus merangkak naik. Direksi BTN mendorong pemerintah untuk menambah alokasi FLPP pada tahun anggaran berikutnya.

“Kami optimistis, dengan kolaborasi bersama pengembang dan pemerintah, backlog kepemilikan rumah yang masih di angka 12,7 juta unit bisa ditekan secara signifikan,” pungkas Nixon.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks