Pencarian

Ribuan Perempuan Kebaya Padati Jembatan Ampera Palembang, UMKM Kebanjiran Rezeki di CFD Minggu Pagi

Minggu, 19 Juli 2026 • 15:24:26 WIB
Ribuan Perempuan Kebaya Padati Jembatan Ampera Palembang, UMKM Kebanjiran Rezeki di CFD Minggu Pagi
Ribuan perempuan mengenakan kebaya dan kain wastra memadati Jembatan Ampera pada Car Free Day Minggu pagi.

PALEMBANG — Jembatan Ampera yang setiap hari dilintasi kendaraan bermotor, Minggu pagi berubah menjadi panggung budaya. Ribuan perempuan berjalan santai di atas aspal dengan balutan kebaya nasional dan kain wastra khas Sumatera Selatan, termasuk songket Palembang yang berkilau di bawah sinar matahari.

Parade kebaya dan wastra ini menjadi salah satu alternatif hiburan akhir pekan yang dinanti warga Kota Palembang. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di sepanjang Jembatan Ampera hingga Jalan Sudirman, menyatu dengan Car Free Day (CFD) yang sudah menjadi agenda rutin.

TP PKK dan DWP Ikut Meriahkan Parade

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, turun langsung menjadi peserta parade. Ia menilai kegiatan ini sebagai rangkaian yang sangat positif.

“Ini merupakan rangkaian yang sangat bagus sekali, selain sehat juga para peserta CFD yang berjalan santai mendapatkan hiburan dari peserta parade kebaya yang tampil,” kata Dewi di sela acara.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Hj. Lidyawati Cik Ujang dan Ketua DWP Kota Palembang Royani Aprizal Hasyim. Ketiganya kompak mengenakan kebaya dan turut berjalan di atas Jembatan Ampera bersama ribuan peserta lainnya.

Sinergi Pemprov-Pemkot Dongkrak Ekonomi UMKM

Dewi menambahkan, kemeriahan acara yang dipusatkan di kawasan Jembatan Ampera ini diharapkan tetap menjaga kebersihan dan ketertiban. Ia juga menyoroti sinergitas antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang dalam kegiatan ini.

Menurut Dewi, kolaborasi tersebut merupakan wujud nyata untuk menggerakkan perekonomian UMKM kecil, khususnya di sekitar lokasi CFD. “Pada minggu ini ada beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan secara serentak seperti CFD, parade kebaya dalam rangka memperingati Hari Kebaya ke-3 dan rangkaian lainnya sehingga sangat ramai sekali,” ujarnya.

Pedagang UMKM: “Alhamdulillah Lancar”

Dampak ekonomi dari parade kebaya itu langsung dirasakan para pedagang kecil. Kodri (42), salah satu pelaku UMKM yang berjualan di kawasan tersebut, mengaku senang bisa ikut meramaikan momen ini.

“Berjualan di sini sudah berjalan beberapa minggu, alhamdulillah lancar, semua pedagang mendapatkan berkah dari kegiatan tersebut,” kata Kodri.

Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan dan semakin ramai diikuti oleh masyarakat Kota Palembang. “Harapan saya semoga kegiatan ini terus dikembangkan dan semakin ramai diikuti oleh masyarakat Kota Palembang,” tutupnya.

Parade kebaya ini menjadi bukti bahwa perayaan budaya tak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga di tengah hiruk-pikuk akhir pekan Kota Palembang.

Bagikan
Sumber: halopos.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks