Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan penelusuran dilakukan untuk membedakan apakah antrean murni akibat tingginya kebutuhan masyarakat atau ada indikasi penyalahgunaan BBM subsidi.
"Pertamina Patra Niaga akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Sumsel dan menggandeng pihak kepolisian untuk mengecek kondisi di lapangan, terutama ke SPBU-SPBU yang mengalami antrean panjang," ujarnya di Palembang, Senin (13/7/2026).
Fokus Pemeriksaan: Kendaraan Pribadi atau Perusahaan
Dalam proses penelusuran, Pertamina bersama aparat terkait akan mengidentifikasi kendaraan yang mengantre di SPBU. Pemeriksaan difokuskan pada jenis kendaraan, nomor polisi, serta status kepemilikan — apakah milik pribadi atau perusahaan.
"Terjadinya antrean memang harus ditelusuri lebih lanjut, apakah kendaraan yang antre tersebut memang pengguna solar atau penimbunan dan kepemilikan kendaraannya apakah pribadi atau perusahaan," jelas Rusminto.
Sistem Barcode dan Batasan Konsumsi Diperketat
Pertamina telah menerapkan sistem pengawasan berbasis barcode dalam pembelian solar subsidi. Sistem ini mengaitkan transaksi dengan data kendaraan, sehingga distribusi BBM bisa dipantau secara lebih ketat.
Beberapa ketentuan yang berlaku antara lain:
- Pembelian solar subsidi dibatasi sesuai jenis kendaraan
- Data kendaraan diverifikasi melalui sistem barcode tiap transaksi
- Kendaraan perusahaan dan pribadi dibedakan dalam kuota harian
Stok Aman, Antrean Justru Indikasi Penyimpangan
Rusminto menegaskan, fenomena antrean panjang tidak selalu berarti terjadi kelangkaan pasokan. Jika benar solar langka, antrean akan terjadi merata di seluruh SPBU yang menjual solar subsidi.
"Karena, jika kelangkaan solar terjadi, pasti antrean solar subsidi akan terjadi di seluruh SPBU yang menyediakan solar," katanya.
Hasil penelusuran di lapangan nantinya akan menjadi dasar evaluasi sistem distribusi BBM subsidi agar lebih tepat sasaran. Pertamina memastikan pasokan solar di Sumsel saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi.