PALEMBANG — Pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Hukum Batam ini tidak hanya diikuti oleh Kanwil Sumsel. Delapan provinsi lain turut berpartisipasi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.
Indikator Keberhasilan Bukan Sekadar Nilai Kelulusan
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, membuka langsung pelatihan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan pelatihan bukan hanya dari tingkat kehadiran atau nilai peserta.
“Indikator keberhasilan yang sesungguhnya adalah perubahan pola pikir, budaya kerja, serta meningkatnya kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” tegas Gusti Ayu.
Ia mendorong para peserta untuk menjadi agen perubahan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pelayanan yang diharapkan adalah yang profesional, responsif, empatik, akuntabel, serta berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan reformasi birokrasi.
Petugas Loket: Garda Terdepan Pelayanan Kementerian Hukum
Maju Amintas Siburian hadir didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Yenni, serta Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Gunawan. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini.
Menurut Maju, petugas loket layanan memegang peranan krusial karena menjadi titik kontak pertama antara masyarakat dan institusi. “Petugas loket layanan merupakan garda terdepan yang menjadi wajah Kementerian Hukum di mata masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kompetensi, integritas, serta kemampuan memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan ramah harus terus diasah melalui pelatihan berkelanjutan. Hal ini penting agar kualitas pelayanan di lingkungan Kementerian Hukum terus membaik.
Materi Strategis: Tiga Fungsi Utama ASN
Pada sesi pembukaan, peserta juga mendapatkan materi terkait peran strategis Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023. Dalam materi tersebut, ditegaskan bahwa ASN memiliki tiga fungsi utama.
Ketiga fungsi itu adalah sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Tugas-tugas tersebut harus dijalankan secara profesional, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Maju Amintas berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini secara optimal. Ilmu yang diperoleh diharapkan bisa langsung diimplementasikan dalam tugas sehari-hari demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.