PALEMBANG — Suhu udara yang terus meninggi di wilayah Sumatra Selatan tak hanya membuat aktivitas di luar ruangan terasa berat, tapi juga menyimpan risiko kesehatan serius. Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, melalui akun Instagram resminya, mengingatkan bahwa rasa haus bukanlah patokan yang tepat untuk minum—sinyal itu justru menandakan tubuh sudah mulai dehidrasi.
Jangan Tunggu Haus, Minum Sebelum Haus Datang
RSMH menekankan kebiasaan menunggu rasa haus sebelum minum adalah kesalahan yang umum. Saat rasa haus muncul, tubuh sebenarnya sudah kekurangan cairan. Masyarakat dianjurkan mengonsumsi air putih minimal delapan hingga 10 gelas per hari dan selalu membawa botol minum saat bepergian.
"Jangan menunggu rasa haus sebelum minum air," tulis RSMH dalam unggahannya, mengingatkan bahwa langkah sederhana ini bisa mencegah kelelahan akibat cuaca panas.
Jam Bahaya: 11.00–15.00 WIB, Hindari Aktivitas Berat
Paparan sinar matahari langsung pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB dinilai paling berisiko. RSMH menyarankan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan pada rentang waktu tersebut. Jika terpaksa keluar, gunakan topi atau payung sebagai pelindung, dan segera beristirahat di tempat teduh jika mulai merasa pusing atau lemas.
Kram otot dan rasa lemas yang tiba-tiba bisa menjadi tanda awal heat exhaustion—kondisi yang perlu diwaspadai sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Lansia dan Penderita Hipertensi: Perhatikan Warna Urine
Kelompok rentan seperti lanjut usia, pasien penyakit jantung, dan penderita hipertensi mendapat perhatian khusus dalam imbauan RSMH. Suhu tinggi membuat jantung bekerja lebih keras, sehingga konsumsi obat harus tetap sesuai anjuran dokter dan aktivitas fisik tidak boleh dipaksakan.
Salah satu indikator sederhana yang bisa dipantau sendiri adalah warna urine. "Urine yang berwarna terlalu pekat dapat menjadi tanda bahwa tubuh mulai kekurangan cairan dan membutuhkan asupan air tambahan," demikian peringatan dari RSMH.
Tidur Nyenyak di Malam Hari Juga Bagian dari Perlindungan
Cuaca gerah tak hanya menguras cairan, tapi juga mengganggu kualitas tidur. RSMH mengingatkan bahwa tidur yang cukup penting untuk memulihkan daya tahan tubuh. Beberapa cara yang disarankan: kurangi konsumsi kopi pada malam hari, pastikan ventilasi kamar berjalan baik, dan hindari penggunaan gawai sebelum tidur.
Dengan menjaga hidrasi, menghindari paparan panas di jam-jam kritis, serta memastikan istirahat berkualitas, masyarakat Sumsel diharapkan bisa melewati musim panas ini tanpa gangguan kesehatan berarti.