PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan akselerasi pembangunan pelabuhan internasional di Tanjung Carat setelah resmi mengganti nama proyek yang sempat mandek bertahun-tahun. Gubernur Herman Deru menyebut nama baru ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kebangkitan investasi di daerah.
Mengapa Nama Baru Dianggap Penting?
Herman Deru menjelaskan bahwa selama ini proyek tersebut kerap dibayangi keraguan. “Kita dibelenggu trauma masa lalu dengan pertanyaan, siapa yang akan memulai duluan? Dengan nama baru ini, kita mulai akselerasi,” ujarnya di Griya Agung, Jumat (10/7/2026).
Nama PT Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat dipilih berdasarkan kesepakatan konsorsium yang terdiri dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, PT Samudera Pasai Indonesia (SPI), dan PT Sumsel Energi Gemilang (SEG). Menurut Herman Deru, identitas baru ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investor.
Komposisi Saham dan Target Pembangunan Fisik
Berdasarkan Head of Agreement (HoA), komposisi saham konsorsium sudah disepakati. Pelindo memegang kendali dengan porsi 51 persen, disusul SPI sebesar 30 persen, dan SEG sebagai perwakilan pemda sebesar 19 persen. “Komposisi saham tidak perlu dirisaukan, yang penting pembangunannya berjalan,” tegas Herman Deru.
Target berikutnya adalah percepatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan pengurusan Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Semua tahapan itu diarahkan agar pembangunan fisik bisa dimulai pada September 2026.
Kesiapan Lahan dan Infrastruktur Pendukung
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sumsel Basyaruddin Akhmad melaporkan, proses sertifikasi lahan seluas 59,9 hektare telah rampung. Sementara itu, lahan di Mozaik 5 dan 6 yang mencapai 81,88 hektare masih dalam proses pengukuran ulang oleh ATR/BPN. Pemerintah juga terus mempercepat penyelesaian kesepakatan lahan bersama Kementerian Keuangan.
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menekankan pentingnya dukungan infrastruktur konektivitas. Menurutnya, akses jalan tol dan jalur kereta api menuju kawasan pelabuhan mutlak diperlukan agar pelabuhan bisa beroperasi optimal. “Mari kita turunkan sedikit ego masing-masing,” katanya.
Pemerintah berencana mereaktivasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol dan menugaskan PT Hutama Karya untuk membangun akses jalan tol menuju pelabuhan.
Peran BUMD dan Harapan ke Depan
Dalam konsorsium, PT Sumsel Energi Gemilang mengusulkan agar afiliasinya dialihkan kepada PT PDPDE Hilir yang menyatakan siap mendukung percepatan pembangunan. Chairman SPI Alvin Reynaldi Setiawan juga menyatakan dukungannya terhadap percepatan pengurusan BUP.
Pemprov Sumsel optimistis pelabuhan ini bakal menjadi gerbang logistik dan pertumbuhan ekonomi baru. Dengan nama baru dan target groundbreaking yang jelas, penantian panjang masyarakat Sumatera Selatan terhadap pelabuhan bertaraf internasional mulai menemukan titik terang.