BANYUASIN — Jenazah IN ditemukan sekitar pukul 18.15 WIB, mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan sejak korban dilaporkan hilang. Proses evakuasi melibatkan personel Pangkalan Sandar Penuguan Ditpolairud Polda Sumsel, Basarnas Palembang, Polsek Pulau Rimau, Babinsa Teluk Betung, BPBD Kabupaten Banyuasin, TNI AL, pemerintah setempat, serta keluarga korban.
Diduga Korban Buaya, Polisi Masih Dalami Penyebab Pasti
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian yang berlangsung beberapa hari terakhir.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Polda Sumsel bersama seluruh unsur Tim SAR gabungan telah berupaya maksimal hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya dalam keterangan resminya.
Polda Sumsel Imbau Warga Waspada di Kawasan Habitat Buaya
Meski temuan awal mengarah pada serangan buaya, kepolisian masih melakukan pendalaman melalui keterangan saksi dan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kematian. Hingga saat ini, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Kombes Pol Nandang mengingatkan masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di kawasan perairan yang menjadi habitat satwa liar. Ia meminta warga segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di kawasan perairan yang menjadi habitat satwa liar dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Kolaborasi Warga dan Aparat Dinilai Kunci Cegah Kejadian Serupa
Polda Sumsel menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah perairan Banyuasin dan sekitarnya.