PALEMBANG — Plt Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel, Taufiq, menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi program literasi yang diinisiasi oleh Pojok Literasi Madrasah Sumatera Selatan. Ia mengajak seluruh kepala madrasah dan tenaga pendidik untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan yang berlangsung sepanjang tahun 2026 ini.
"Kita akan fasilitasi, kita ajak para Kepala Madrasah untuk bisa menulis. Tema yang diangkat pun sangat relevan, seputar kegiatan madrasah," ujar Taufiq di hadapan tim Pojok Literasi.
Mayoritas Guru Berpendidikan S2 dan S3
Taufiq mengungkapkan bahwa potensi intelektual di lingkungan madrasah di Sumsel saat ini sudah sangat berkembang. Menurutnya, sebagian besar kepala madrasah dan guru tidak lagi hanya berpendidikan strata satu (S1).
"Sudah banyak yang S2, bahkan ada yang sudah menempuh S3. Artinya, tulisan-tulisan seputar pendidikan, makalah, atau hasil studi mereka, setiap harinya bisa dituangkan dan dimasukkan ke dalam program gerakan literasi ini," imbuhnya penuh optimisme.
Kondisi ini menjadi modal besar bagi kesuksesan gerakan literasi. Para pendidik dianggap memiliki kapasitas akademik yang mumpuni untuk menghasilkan karya tulis berkualitas, baik berupa artikel opini, hasil penelitian, maupun laporan kegiatan madrasah.
Sosialisasi Masif ke Seluruh Madrasah
Memasuki bulan Juli, Kanwil Kemenag Sumsel mengimbau agar sosialisasi program ini segera diperluas secara masif ke seluruh madrasah se-Sumatera Selatan. Urgensi waktu menjadi perhatian utama agar gerakan literasi dapat berjalan efektif dan menjangkau seluruh satuan pendidikan.
Pertemuan audiensi yang berlangsung di Ruang Pimpinan Kantor Wilayah Kemenag Sumsel itu juga dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Fiane Rika beserta jajaran tim kerja lainnya. Mereka menyambut baik program strategis ini dan siap mendorong keterlibatan aktif para guru.
Gerakan Literasi Madrasah Sumatera Selatan 2026 diharapkan mampu membangun ekosistem literasi yang kuat di lingkungan madrasah. Program ini tidak hanya menjadi ajang menulis, tetapi juga wadah untuk menginspirasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.